MEDAN — Kepala BPTD Kelas II Sumatera Utara, Ariyandi Ariyus, menyebut bantuan PJU tenaga surya ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Realisasinya, kata dia, tidak lepas dari keaktifan Pemerintah Kota Tanjungbalai yang mengusulkan kebutuhan tersebut melalui Dinas Perhubungan setempat.
"Bantuan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan aspek keselamatan lalu lintas dan transportasi di daerah. Realisasinya juga tidak terlepas dari keaktifan Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui usulan yang diajukan Dinas Perhubungan," ujar Ariyandi dalam keterangan yang diterima di Medan, Senin (13/7/2026).
Menurut Ariyandi, penyediaan fasilitas penerangan jalan menjadi salah satu upaya strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kawasan yang minim penerangan kerap menjadi titik rawan kecelakaan dan tindak kriminalitas.
Selain aspek keselamatan, penggunaan teknologi tenaga surya dinilai mendukung efisiensi energi dan pengembangan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan. Lampu PJU tenaga surya tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional, sehingga lebih mudah dipasang di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Keberadaan 25 unit lampu PJU ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Pengendara yang melintas di malam hari akan memiliki visibilitas yang lebih baik, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
"Kami dari BPTD Kelas II Sumut mendukung peningkatan pelayanan transportasi darat," ucap Ariyandi. Ia berharap pelayanan transportasi di Kota Tanjungbalai semakin meningkat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ariyandi menambahkan, bantuan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun infrastruktur transportasi. Ke depan, ia berharap berbagai program pembangunan sektor transportasi dapat berkelanjutan dengan kolaborasi yang solid.
"Semoga berbagai program pembangunan sektor transportasi di masa mendatang berkelanjutan dengan kolaborasi pusat dan daerah," ujarnya.