Tanaman Padi 5-10 Hektare di Desa Patane I Toba Terserang Hama Ulat, Dinas Pertanian Langsung Turun Gerdal

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14:01 WIB
Petugas Dinas Pertanian Toba memeriksa tanaman padi yang terserang hama ulat di Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Selasa (28/7/2026).

TOBA — Tanaman padi milik petani di Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, terserang hama ulat yang mengakibatkan busuk batang. Serangan tersebut diperkirakan meluas hingga 5-10 hektare lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Toba, Lena Pardede, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan dari warga meskipun prosedur pengajuan gerdal belum rampung. "Sesuai prosedur, seharusnya masyarakat atau kelompok tani menyampaikan surat agar dilakukan gerdal. Namun, karena berdasarkan informasi warga serangan tersebut cukup parah, kami langsung turun," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Penyemprotan Pestisida Menunggu Hasil Pemeriksaan

Lena menjelaskan petugas dari dinas telah berada di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan pengecekan jenis penyakit yang menyerang tanaman padi. Setelah itu, penyemprotan pestisida akan dilakukan sesuai kebutuhan.

"Nantinya setelah dilakukan penyemprotan pestisida pada tanaman padi, semoga saja petani tersebut tidak mengalami gagal panen," ucap Lena.

Petani Sudah Semprot Pestisida Secara Rutin, Tak Ada Perubahan

Salah seorang petani di Desa Patane I, R. Manurung, mengeluhkan kondisi tanamannya yang terus memburuk meski telah dilakukan penyemprotan pestisida secara rutin. Ia khawatir serangan hama ini akan menyebabkan gagal panen karena tanaman padi saat ini sedang memasuki fase bunting atau akan muncul bulir padi.

"Sudah dilakukan penyemprotan pestisida secara rutin, namun tetap saja tidak ada perubahan. Jika tidak teratasi, akan berdampak pada gagal panen, sebab kondisi tanaman padi saat ini sedang memasuki fase bunting atau akan muncul bulir padi," ujarnya.

Kelompok Tani Apresiasi Gerak Cepat Dinas Pertanian

Ketua Kelompok Tani Satahi Desa Patane I, Hengki Sirait, menyebut pihaknya langsung menghubungi Dinas Pertanian Toba dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setelah menerima keluhan dari petani. Respons cepat dari dinas pun datang kurang dari tiga jam setelah laporan disampaikan.

"Kami mengapresiasi gerak cepat Dinas Pertanian Toba. Tadi sekitar pukul 08.00 WIB kami melaporkan, dan mereka sudah turun ke lokasi untuk melakukan gerdal pada pukul 10.40 WIB. Saat ini mereka sedang memeriksa jenis penyakit tanaman padi kami," ujar Hengki.

Petugas penyuluh lapangan saat ini masih berada di lokasi lahan pertanian di Sosor Togos, Desa Patane I, untuk memastikan penanganan hama berjalan tepat sasaran.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: mistar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top