Imunisasi HPV Anak Laki-laki Dimulai Agustus 2026: Bali Jadi Percontohan Nasional

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:15:01 WIB
Menteri Kesehatan RI mengumumkan perluasan imunisasi HPV untuk anak laki-laki, dimulai Agustus 2026 di Bali, DKI Jakarta, dan DIY sebagai daerah percontohan nasional.

SUMATERA UTARA — Kabar baik untuk para orang tua di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI resmi memperluas program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang selama ini hanya untuk anak perempuan, kini menjangkau anak laki-laki. Provinsi Bali dipercaya menjadi salah satu dari tiga daerah percontohan nasional untuk program ini, bersama DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini akan mulai berjalan pada Agustus 2026, bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., menyatakan bahwa Bali dipilih karena memiliki capaian imunisasi HPV pada anak perempuan tertinggi di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi indikator kesiapan Bali untuk memperluas cakupan imunisasi.

Mengapa Anak Laki-laki Juga Perlu Vaksin HPV?

Selama ini, HPV lebih dikenal sebagai penyebab utama kanker serviks pada perempuan. Padahal, virus ini juga bisa memicu penyakit serius pada laki-laki, seperti kanker penis, kanker anus, hingga kanker orofaring (kanker di area mulut dan tenggorokan), serta kutil kelamin.

Artinya, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki risiko terinfeksi HPV yang dapat menurunkan kualitas hidup. Imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif yang bisa dilakukan sejak dini.

Siapa Sasaran dan Bagaimana Jadwalnya di Bali?

Pada tahun 2026 ini, sasaran imunisasi HPV di Bali mencapai 29.818 anak laki-laki dan 28.573 anak perempuan. Khusus untuk anak laki-laki, vaksin akan diberikan kepada siswa kelas V SD/MI/sederajat.

Pelaksanaannya tetap melalui kegiatan BIAS di sekolah-sekolah. Tenaga kesehatan dari puskesmas, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, dan dukungan orang tua akan terlibat dalam proses ini. Sementara itu, program imunisasi HPV untuk anak perempuan tetap berjalan seperti sebelumnya, memastikan perlindungan merata untuk kedua kelompok.

Evolusi Program Imunisasi HPV di Indonesia

Program imunisasi HPV di Indonesia sudah berjalan bertahap sejak 2016. Kemudian pada 2023, imunisasi ini resmi menjadi program nasional dengan sasaran anak perempuan kelas V dan VI SD/MI/sederajat.

Memasuki 2025, pemerintah menerapkan pemberian satu dosis vaksin HPV, mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di tahun yang sama, ada program imunisasi kejar bagi anak perempuan kelas VI SD/MI dan siswi kelas IX SMP/MTs yang belum pernah menerima vaksin. Kini, di tahun 2026, cakupan program diperluas dengan menyasar anak laki-laki di tiga provinsi terpilih.

Keamanan Vaksin dan Dukungan yang Dibutuhkan

dr. Anom menegaskan bahwa vaksin HPV telah melalui berbagai penelitian ilmiah dan direkomendasikan oleh WHO maupun Kementerian Kesehatan RI. Seluruh pelayanan imunisasi dilakukan sesuai standar operasional dan prosedur keamanan yang ketat.

“Pelaksanaan imunisasi HPV pada anak laki-laki merupakan bagian dari upaya memperluas perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV),” ujarnya, Kamis (6/8).

Selain pemberian vaksin, petugas kesehatan juga akan memberikan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua. Edukasi ini mencakup manfaat imunisasi, kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serta pentingnya melengkapi jadwal imunisasi.

Melalui perluasan imunisasi HPV kepada anak laki-laki, diharapkan semakin banyak anak di Bali yang terlindungi dari berbagai penyakit akibat infeksi HPV. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan produktif di masa mendatang.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top