SUMATERA UTARA — Kabar mengenai pemeriksaan kreator konten Bigmo menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua muda. Pasalnya, kasus ini menyangkut keselamatan anak di ruang digital yang semakin sulit diawasi. Polda Metro Jaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan konten live streaming yang melibatkan anak di bawah umur.
Kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, membenarkan bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan intensif. Dalam proses yang berlangsung di Direktorat PPA Polda Metro Jaya tersebut, Bigmo dicecar sekitar 40 pertanyaan oleh tim penyidik.
"Mo telah hadir dan diperiksa sebanyak kurang lebih 40 pertanyaan," ujar Sangun Ragahdo kepada awak media di Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2026).
Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat. Dalam unggahan yang viral, Bigmo diduga menyebutkan salah satu merek liquid vape saat tengah berinteraksi dengan anak-anak. Hal inilah yang kemudian memicu kekhawatiran publik akan adanya eksploitasi komersial terhadap anak.
Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa konten yang melibatkan anak dan produk tertentu—apalagi yang tidak sesuai usia—bisa berdampak buruk. Paparan promosi produk dewasa seperti vape di depan anak tidak hanya melanggar etika, tetapi juga bisa membentuk persepsi yang salah pada anak.
Anak yang terbiasa melihat konten seperti ini berisiko menganggap hal tersebut normal. Padahal, regulasi di Indonesia jelas melarang praktik eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak, termasuk di ranah digital.
Langkah Polda Metro Jaya memeriksa Bigmo menunjukkan bahwa aparat serius menangani kasus ini. Bagi ibu muda, ini sinyal positif bahwa ruang digital tidak sepenuhnya bebas dari pengawasan hukum.
Praktik eksploitasi anak di media sosial bisa dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kominfo juga memiliki kewenangan untuk memblokir konten yang melanggar. Jadi, ketika ibu menemukan konten mencurigakan yang melibatkan anak, jangan ragu untuk melaporkannya ke platform dan pihak berwajib.
Melihat kasus ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah:
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan. Bigmo sendiri disebut sangat kooperatif selama pemeriksaan berlangsung.
Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah kasus ini naik ke tahap penyidikan lebih lanjut atau cukup dihentikan. Yang jelas, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua kreator konten agar lebih berhati-hati saat melibatkan anak dalam konten mereka.
Bagi ibu di rumah, momen ini bisa menjadi bahan diskusi hangat dengan pasangan tentang batasan anak bermain media sosial. Pastikan setiap konten yang melibatkan si kecil selalu memprioritaskan keamanan dan kenyamanan mereka, bukan sekadar mengejar jumlah penonton.