Loncat Indah Indonesia Alihkan Target ke SEA Games 2027, Skuad Muda Dinilai Butuh Jam Terbang

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:33:01 WIB
Atlet loncat indah Indonesia berlatih untuk mempersiapkan diri menuju SEA Games 2027 di Malaysia.

SUMATERA UTARA — Jakarta — Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, memastikan tim tidak akan tampil di Asian Games 2026 yang berlangsung di Jepang. Fokus utama kini tertuju pada SEA Games 2027 di Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada 18-29 September 2027.

“Untuk Asian Games kali ini kami belum ikut. Persiapan sekarang diarahkan ke SEA Games 2027 di Malaysia. Kami masih menghitung nomor apa saja yang akan diikuti dan nomor mana yang diprediksi berpeluang meraih medali emas,” ujar Ronaldy di Jakarta, Selasa (11/8).

Evaluasi Pahit dari Thailand: Hanya Satu Perunggu

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pada SEA Games 2025 di Thailand, skuad Merah Putih hanya membawa pulang satu medali perunggu. Raihan itu dipersembahkan oleh pasangan Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana.

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi cabang olahraga yang dulu kerap menyumbang emas di level Asia Tenggara. Federasi menilai perlu ada pemetaan ulang terhadap nomor-nomor yang realistis untuk bersaing di Malaysia nanti.

Mental Bertanding Jadi PR Terbesar Atlet

Ronaldy mengakui bahwa secara fisik dan teknik, atlet Indonesia sebenarnya mampu bersaing. Namun, kematangan mental di ajang internasional menjadi pembeda utama. Menurutnya, hal itu hanya bisa dibentuk melalui frekuensi pertandingan yang tinggi.

“Secara teknik dan fisik kita bisa bersaing, tapi mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet,” pungkasnya.

Pelatnas Belum Dimulai, Pembinaan Jangka Panjang Tetap Jalan

Meski target utama sudah ditetapkan, program pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk SEA Games 2027 belum dimulai. Ronaldy menegaskan bahwa meskipun absen di Asian Games 2026, latihan para atlet tidak boleh terhenti.

Pembinaan jangka panjang tetap berjalan agar performa atlet tidak menurun. Persaingan di level Asia memang sangat berat, dengan dominasi negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, untuk level Asia Tenggara, Indonesia masih punya peluang untuk bangkit jika pembinaan dilakukan secara konsisten.

Absennya Indonesia dari Asian Games 2026 juga menjadi momen untuk mengevaluasi program pembinaan usia muda. Dengan target emas di Malaysia, federasi memiliki waktu hampir dua tahun untuk mematangkan komposisi atlet dan strategi nomor perlombaan.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top