SUMATERA UTARA — Setelah sekian lama dinanti, Honor resmi memperkenalkan Robot Phone, ponsel dengan lengan mekanis di punggungnya yang berfungsi sebagai gimbal kamera. Perangkat ini hanya dijual di pasar Tiongkok dan belum ada indikasi kapan akan meluncur ke negara lain, termasuk Indonesia.
Nama "Robot Phone" sendiri merujuk pada lengan robotik yang menopang sensor kamera utama. Lengan ini diklaim mampu memberikan stabilisasi empat sumbu (4-DoF) yang membuat perekaman video lebih mulus tanpa perlu gimbal eksternal.
Dari sisi hardware, Honor Robot Phone berada di kelas flagship dengan komponen terkini. Berikut rincian spesifikasi utamanya:
Dimensi bodinya tercatat setebal 9,59 mm dengan bobot 248 gram. Angka ini lebih berat dari rata-rata ponsel flagship, yang kemungkinan besar merupakan konsekuensi dari mekanisme lengan robotik di dalamnya.
Fitur utama perangkat ini adalah lengan mekanis yang menggerakkan kamera. Honor menyebut sistem ini sebagai Titanium Agile Gimbal yang terdiri dari lebih dari 100 komponen presisi dan didukung lebih dari 100 paten.
"Dibandingkan dengan gimbal mainstream, Honor telah mengurangi ukuran sistem secara keseluruhan sebesar 65% sambil meningkatkan kekuatan struktural sebesar 200%," tulis Honor dalam pernyataan resminya. Motor gimbal titanium seberat 2,6 gram ini mampu menggerakkan kamera dengan kecepatan hingga 360 derajat per detik.
Kegunaan praktis lengan ini tidak hanya untuk stabilisasi video. Honor menyebut beberapa skenario penggunaan yang sudah disiapkan:
Sensor kameranya juga mendapat sentuhan kolaborasi dengan ARRI, termasuk dukungan format perekaman LOGC3 yang memberikan fleksibilitas lebih untuk grading warna saat pascaproduksi.
Honor Robot Phone dijual mulai RMB 9.999 di China, atau setara dengan sekitar Rp 165 juta menggunakan estimasi kurs Rp 16.500 per dolar AS. Harga tersebut menempatkannya di jajaran ponsel paling mahal yang pernah dibuat Honor.
Saat ini perangkat tersebut hanya tersedia di China. Belum ada pengumuman resmi mengenai peluncuran global, termasuk kemungkinan masuk ke pasar Indonesia. Bagi pengguna di luar China yang tertarik, opsi importir atau jasa titip bisa menjadi jalan alternatif, meski dengan konsekuensi garansi dan kompatibilitas jaringan yang perlu diperhatikan.
Dengan spesifikasi flagship dan mekanisme kamera yang belum pernah ada di ponsel lain, Robot Phone jelas menyasar pengguna yang mengutamakan kemampuan videografi. Namun, harga yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas membuat perangkat ini sulit direkomendasikan untuk konsumen umum yang hanya butuh kamera bagus untuk kebutuhan harian.