Peringatan Brandan Bumi Hangus ke-79 di Langkat Diisi Karnaval hingga Drama Kolosal, Kapolres Tekankan Semangat Persatuan

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:58:31 WIB
Pawai karnaval kemerdekaan dilepas Plt Bupati Langkat menuju lokasi upacara Peringatan Brandan Bumi Hangus ke-79 di Langkat.

LANGKAT — Peringatan bersejarah bagi masyarakat Langkat itu diawali dengan pelepasan peserta pawai karnaval kemerdekaan oleh Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti S.H. menuju lokasi upacara. Rangkaian acara tidak berhenti pada upacara seremonial, melainkan dilanjutkan dengan pameran Expo UMKM, napak tilas, hingga drama kolosal yang mengisahkan kilas balik perjuangan Brandan Bumi Hangus.

Semangat Anti-Penjajah yang Harus Terus Bergelora

Di hadapan para peserta dan masyarakat, AKBP Hannry P.H. Tambunan mengajak seluruh elemen untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. Menurutnya, peristiwa Brandan Bumi Hangus bukan sekadar catatan sejarah lokal, melainkan bagian dari semangat besar mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

"Setiap tahun kita merayakan peristiwa Brandan Bumi Hangus, peristiwa sejarah yang tidak hanya bagi masyarakat Langkat, namun juga bagian dari semangat mengusir penjajah dari bumi pertiwi," ujarnya.

Kapolres Langkat menambahkan, kegigihan para pejuang di Bumi Langkat telah membuahkan hasil yang nyata. Semangat pantang menyerah itu, lanjut dia, harus terus bergelora dalam diri masyarakat Langkat saat ini.

Bukan Sekadar Seremonial, tapi Edukasi bagi Generasi Muda

Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti S.H. menegaskan bahwa peringatan yang rutin digelar setiap tahun ini memiliki makna yang lebih dalam. Pihaknya berharap generasi muda Langkat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi mampu menghayati nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.

"Peringatan dan rangkaian kegiatan ini bukan sekedar seremonial belaka, kami mengharapkan generasi muda Langkat menghargai perjuangan dan menumbuhkan rasa cinta semangat untuk melestarikan jejak peninggalan Brandan Bumi Hangus," kata Tiorita.

Ia menyebut momen ini sebagai momentum edukasi yang efektif bagi para pelajar dan generasi muda. Melalui berbagai perlombaan bertema "Wujud Nyata Kedaulatan Bangsa" hingga pemberian penghargaan untuk para veteran, nilai-nilai kepahlawanan diharapkan terus hidup di tengah arus modernisasi.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top