SUMATERA UTARA — iFixit, perusahaan yang terkenal dengan video pembongkaran gadget, baru saja membedah Galaxy Z Fold 8 dan menemukan fakta mengejutkan. Delapan generasi setelah insiden fatal Galaxy Fold pertama yang ditarik dari pasaran, masalah debu dan kotoran yang masuk ke engsel ternyata belum juga tuntas dibereskan Samsung.
Masalah utama ponsel lipat Samsung bukan terletak pada layarnya, melainkan pada engselnya. iFixit menemukan bahwa Galaxy Z Fold 8 hanya mengantongi sertifikasi IP48. Angka "4" pada sertifikasi tersebut berarti perangkat tidak memiliki perlindungan terhadap partikel asing berukuran di bawah 1 milimeter, seperti debu halus atau pasir.
Akibatnya, partikel-partikel kecil ini bisa dengan mudah menyelinap masuk ke mekanisme engsel. Dalam pengujiannya, iFixit menyebutkan bahwa setelah membuka dan menutup perangkat beberapa kali, engsel Z Fold 8 mengeluarkan suara berderak dan tidak bisa membuka secara normal.
"Setelah bekerja membuka dan menutup Fold 8, engselnya mulai mengeluarkan suara berderak dan menggiling yang sangat mengerikan, dan ponsel berhenti terbuka secara normal," tulis iFixit dalam laporannya, dikutip dari The Verge.
Keterlambatan Apple dalam merilis ponsel lipat selama lebih dari tujuh tahun bukan tanpa alasan. Ada dua kekhawatiran utama yang membuat raksasa teknologi asal Cupertino itu bergeming.
Pertama, Apple tidak ingin kompromi dengan keberadaan bekas lipatan (crease) yang terlihat jelas saat layar dibentangkan. Untuk mengatasi hal ini, dikabarkan para insinyur Apple harus turun tangan langsung bekerja sama dengan Samsung Display untuk menemukan solusi.
Kedua, Apple meragukan ketahanan mekanisme engsel yang diajukan oleh Samsung. Kekhawatiran ini baru teratasi sekitar bulan Juni lalu, menandakan bahwa Apple telah menemukan desain yang dianggap cukup tangguh untuk standar mereka.
Untuk masalah bekas lipatan, kabar baiknya sudah terlihat. Mengingat Samsung kemungkinan menggunakan panel yang hampir identik dengan Galaxy Z Fold 8, dan laporan dari 9to5Google menyebut bekas lipatan di perangkat tersebut sudah hampir tidak terlihat, maka iPhone Ultra diprediksi akan memiliki kualitas layar yang serupa.
Namun, pertanyaan terbesar tetap ada pada ketahanan terhadap debu. Jawabannya bisa langsung diketahui dari spesifikasi yang akan dirilis di situs resmi Apple setelah peluncuran. Sebagai contoh, iPhone 17 Pro saat ini tercatat memiliki sertifikasi IP68 di situs Apple. Angka "6" pada digit pertama menunjukkan bahwa perangkat tersebut sepenuhnya kedap debu.
Publik akan menantikan apakah iPhone Ultra setidaknya mengantongi sertifikasi IP5x atau idealnya IP6x. Jika Apple berhasil mencapai standar tertinggi untuk ketahanan debu, ini akan menjadi lompatan besar yang belum bisa ditandingi oleh kompetitornya di pasar ponsel lipat.
Bahkan, jika iPhone Ultra benar-benar meraih skor enam dari enam untuk proteksi debu, kemungkinan besar Apple akan menyebutkan fitur ini secara langsung dalam keynote peluncuran bulan depan sebagai nilai jual utama. Ini akan menjadi bukti nyata bahwa Apple berhasil menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi titik lemah ponsel lipat Samsung.