PGRI dan Dinas Pendidikan Sibolga Latih Guru Coding dan AI, Targetkan Pembelajaran Abad ke-21

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:52:01 WIB
Pelatihan Coding dan AI bagi guru se-Kota Sibolga resmi dibuka di SMP Negeri 5 Sibolga, Jumat (14/8/2026).

SIBOLGA — Pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI) bagi guru se-Kota Sibolga resmi digelar di SMP Negeri 5 Sibolga, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sibolga bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di era digital.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Rosidah Lubis, menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi para pendidik.

"Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Kita sebagai insan pendidikan harus adaptif dan tidak boleh tertinggal. Guru saat ini dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi peserta didik," ujar Rosidah saat membuka kegiatan.

Guru Dituntut Melek Teknologi, Bukan Sekadar Pengguna

Ketua PGRI Kota Sibolga, Epentus Bondar, menyebut bahwa kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia pendidikan. Ia menekankan peran guru harus bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi penggerak perubahan.

"Teknologi tidak akan pernah menggantikan guru yang baik. Namun, guru yang mampu memanfaatkan teknologi akan memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mendampingi peserta didiknya," katanya.

Epentus juga menyinggung peluncuran program "Sejuta Guru Mahir Coding dan Artificial Intelligence" oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Ketua Umum PB PGRI Nasional pada 16 April 2026 lalu. Menurutnya, pelatihan di Sibolga ini merupakan tindak lanjut dari gerakan nasional tersebut.

Mengapa Coding dan AI Penting untuk Guru?

Pembelajaran coding dinilai mampu melatih kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif. Sementara itu, pemanfaatan AI dapat membantu guru menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Rosidah menambahkan, Pemko Sibolga berkomitmen penuh mendukung setiap upaya peningkatan kompetensi guru. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing.

"Kami berharap setelah pelatihan ini, Bapak/Ibu guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing," tambahnya.

Ilmu Tidak Berhenti di Peserta, Harus Disebarluaskan

Epentus mengajak seluruh guru di Kota Sibolga menjadikan pelatihan ini sebagai gerakan bersama. Ia menekankan agar keterampilan yang didapat tidak berhenti pada peserta, tetapi disebarluaskan kepada rekan guru lainnya.

"Mari kita wujudkan guru Indonesia yang profesional, kreatif, adaptif, melek teknologi, serta tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kemanusiaan," ajaknya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga sekaligus Dewan Pakar PGRI Kota Sibolga, jajaran pengurus PGRI Kota Sibolga dan pengurus cabang, serta para narasumber. Di akhir acara, Epentus menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut, seraya menutup dengan semangat, "Mari Belajar, Mari Berinovasi, Mari Berkolaborasi, Mari Majukan Pendidikan di Kota Sibolga Bersama-sama."

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: mitanews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top