Bulog Sumut Genjot Serapan Gabah Petani Jadi 400 Ton Per Hari, 4 Kabupaten Mulai Panen Raya

Penulis: Hendrizal Satria  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:29:01 WIB
Perum Bulog Sumut menyerap gabah petani rata-rata 400 ton per hari pada pekan kedua Agustus 2026.

MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan lonjakan penyerapan gabah dari petani pada pekan kedua Agustus 2026. Volume gabah yang diserap mencapai rata-rata 400 ton per hari, naik signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya berkisar 200-300 ton per hari.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengonfirmasi peningkatan ini terjadi karena sejumlah daerah di wilayah kerjanya sudah memasuki masa panen. Penyerapan saat ini difokuskan di Kota Tebing Tinggi serta Kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun, dan Asahan.

Daerah Mana Saja yang Sedang Panen Raya?

Budi menyebutkan, gelombang panen berikutnya akan menyusul dalam waktu dekat. Beberapa kabupaten yang dipastikan mulai panen antara lain Deli Serdang, Batu Bara, Langkat, dan Tapanuli Utara.

"Ke depan penyerapan terus dilakukan karena sejumlah daerah mulai memasuki masa panen," ujar Budi di Medan, Selasa.

Berapa Target Serapan Gabah Bulog Sumut?

Hingga saat ini, Bulog Sumut telah menyerap 39.338 ton gabah kering panen dari petani. Jumlah tersebut setara dengan 62,7 persen dari target keseluruhan sebesar 62.718 ton yang ditetapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Sumatera Utara.

Seluruh gabah yang terkumpul akan dikelola menjadi cadangan pangan pemerintah. Stok ini diprioritaskan untuk memenuhi berbagai penugasan, termasuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan, serta kesiapan logistik saat penanganan bencana.

Berapa Harga Gabah yang Dibayar ke Petani?

Sebagai operator pemerintah, Bulog membeli gabah langsung dari petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku, yakni Rp6.500 per kilogram. Harga ini menjadi acuan agar petani mendapatkan keuntungan wajar dan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh saat panen raya.

Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog Sumut gencar melakukan sosialisasi dan penguatan kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) serta pemerintah daerah. Langkah ini ditempuh agar koordinasi penjemputan gabah di tingkat lahan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top