NIAS SELATAN — Suasana SMA Negeri 1 Telukdalam dihebohkan oleh aksi keributan dan teriakan yang terekam dalam siaran langsung Facebook pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pihak sekolah buka suara, menyebut insiden tersebut tidak sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Dalam klarifikasi resmi yang diterima Lensawarga.com, Jumat (28/8/2026), kejadian itu menjadi perhatian serius karena berlangsung di lingkungan pendidikan dan berpotensi mengganggu aktivitas pembelajaran. Sekolah juga menyoroti adanya pernyataan yang diduga mengandung unsur ancaman.
Pihak sekolah menerima informasi adanya ucapan yang bernada ancaman, seperti akan menampar Kepala Sekolah dan salah satu guru. Selain itu, beredar pula pernyataan tentang rencana penutupan sekolah serta wacana penanaman tanaman di area SMA Negeri 1 Telukdalam.
Menurut keterangan sekolah, aksi penanaman yang dilakukan tanpa koordinasi dan kewenangan yang jelas dapat mengganggu keamanan, ketertiban, serta kelancaran proses pendidikan. Sekolah menilai hal ini sebagai potensi gangguan yang harus diantisipasi sejak dini.
Sebagai bentuk respons, klarifikasi ini telah disampaikan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIV, Kapolsek Teluk Dalam, Kapolres Nias Selatan, dan Camat Teluk Dalam. Langkah ini diambil untuk mendapatkan arahan serta memastikan persoalan ditangani melalui mekanisme yang sesuai.
Sekolah menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kegiatan pendidikan secara tertib. Upaya perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama di tengah situasi yang belum sepenuhnya tenang.
"Setiap permasalahan yang muncul akan diupayakan penyelesaiannya melalui komunikasi, koordinasi, pembinaan, dan mekanisme yang sesuai dengan ketentuan," tulis keterangan resmi sekolah.
Pihak SMA Negeri 1 Telukdalam berharap adanya arahan, pembinaan, dan tindak lanjut dari pihak terkait agar situasi kembali normal. Sekolah berkomitmen menjaga lingkungan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara sekolah, orang tua, dan aparat setempat dalam menjaga ketertiban. Sekolah berjanji akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terulang kembali.