SUMATERA UTARA — Jakarta — Odekta Elvina Naibaho tidak memburu catatan waktu pribadi saat tampil di Merdeka Run 2026. Lomba yang digelar Kemenpora tersebut ia fungsikan sebagai laboratorium untuk mengecek perkembangan fisik jelang pesta olahraga terbesar se-Asia itu.
"Secara waktu mungkin saya harus berlari serius saja karena mungkin target saya bukan di sini, tapi Asian Games. Ini sebagai latihan untuk besok," kata Odekta di Jakarta, Jumat (28/8).
Bagi peraih medali emas maraton SEA Games 2021 ini, Merdeka Run adalah peta evaluasi. Ia ingin mengetahui sejauh mana peningkatan kecepatannya di rentang jarak pendek hingga menengah, sebelum akhirnya fokus penuh ke nomor maraton pada Asian Games 2026.
"Ini bagian dari ujicoba untuk mengukur berapa jauh kemampuan, misalnya jangka pendeknya sudah bisa belum? Delapan kilo misalnya berapa nih? Sepuluh kilo udah berapa?" ujarnya.
Menariknya, pelari berusia 34 tahun itu menilai event seperti Merdeka Run bukanlah ujian berat. Intensitasnya bahkan masih di bawah porsi latihan rutin yang ia jalani setiap hari. Karena itu, ia tak mau memaksakan diri tampil habis-habisan.
"Event-event seperti ini adalah bagian dari latihan kami sebenarnya. Malah lebih berat daripada latihan saya besok," tutur Odekta.
Untuk Asian Games 2026, Odekta memilih memusatkan seluruh energinya pada satu nomor, yaitu maraton. Keputusan ini diambil karena persaingan di nomor tersebut sangat ketat, dengan Jepang dan China dipastikan menjadi lawan terkuat.
Meski sadar tantangan di depan mata sangat berat, Odekta berjanji tidak akan menyerah sebelum bertanding. Ia berkomitmen memberikan penampilan maksimal untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.
"Apapun yang terjadi di Asian Games, pasti saya memberikannya yang terbaik untuk Indonesia," kata Odekta.