Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menilai Sumut Halal Fest 2026 menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem industri halal di Sumatera Utara, seiring besarnya basis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi itu. Kegiatan yang berlangsung 26-27 Agustus 2026 ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang seremonial, melainkan menjadi pintu masuk pengembangan usaha berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
MEDAN — Sumatera Utara mencatatkan potensi besar pengembangan industri halal dengan sekitar 400 ribu produk dari 140 ribu pelaku usaha. Pemerintah Provinsi menargetkan penerbitan 5.000 sertifikat halal hingga 2027, dan Sumut Halal Fest 2026 menjadi salah satu katalisator percepatan target tersebut.
Wahyu Ario Pratomo, ekonom dari Universitas Sumatera Utara (USU), mengatakan festival ini mempertemukan seluruh unsur pengembangan ekosistem halal. Mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, pelaku UMKM, lembaga sertifikasi, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga masyarakat sebagai konsumen.
Salah satu langkah strategis dalam kegiatan ini adalah fasilitasi pemberian 1.000 sertifikat halal kepada pelaku UMKM dan juru sembelih halal. Wahyu menilai langkah ini memperluas penerapan standar halal di kalangan pelaku usaha secara signifikan.
“Ini menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki basis usaha yang cukup besar untuk membangun industri halal secara lebih sistematis,” ujar Wahyu di Medan, Kamis.
Wahyu mengingatkan agar Sumut Halal Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setelah festival usai, perlu ada pendampingan kepada pelaku UMKM dalam proses sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, pemasaran, hingga perluasan pasar.
“Penguatan ekosistem halal secara berkelanjutan akan membantu Sumatera Utara mengoptimalkan potensi UMKM, sekaligus memperluas kontribusi industri halal terhadap perekonomian daerah,” katanya.
Pengembangan ekosistem halal tidak hanya berfokus pada produk makanan dan minuman. Cakupannya lebih luas, mencakup fesyen, kosmetik, produk kesehatan, jasa penyembelihan, pariwisata ramah Muslim, hingga pembiayaan syariah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Ameriza M Moesa sebelumnya menyatakan, Sumut Halal Fest 2026 merupakan yang pertama berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tujuannya memperluas ekosistem halal di antaranya makanan, minuman, fesyen, maupun perbankan syariah.
Sumut Halal Fest pada 26-27 Agustus 2026 akan diisi berbagai agenda. Kegiatan tersebut mencakup edukasi masyarakat, bazar UMKM, fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga peragaan busana.