MEDAN — Gabriel Henry Willy Choandy, aparatur sipil negara (ASN) di Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, mendapat kepercayaan memandu diskusi kepemimpinan yang mempertemukan empat tokoh gereja dan akademisi. Keempatnya adalah Bishop Antoni Manurung, M.Th. dari Gereja Methodist Indonesia Wilayah 1 Medan, Pdt. Dr. Adolfina E. Koamesakh selaku Ketua STT Paulus Medan, Pdt. Boy Levi Panjaitan dari Gereja HKI Medan Kota, serta Pdt. Ir. Allen Pangaribuan yang menjabat Ketua STT Ekumene Medan.
Gabriel menegaskan bahwa esensi kepemimpinan tidak berhenti pada jabatan atau kewenangan yang dimiliki seseorang. Menurutnya, seorang pemimpin sejati justru diukur dari kesediaannya melayani dan memberi manfaat bagi orang lain.
"Kepemimpinan bukan sekadar tentang berada di depan. Kepemimpinan adalah kesediaan untuk melayani, memikul tanggung jawab, menjaga integritas, memberi teladan, dan mempersiapkan generasi berikutnya," ujar Gabriel dalam dialog yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB tersebut.
Ia menilai nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam proses kaderisasi pemuda Kristen, terutama ketika mereka dihadapkan pada persoalan sosial dan pemerintahan yang semakin rumit. Seorang pemimpin, lanjutnya, harus mampu mendengarkan, membangun kolaborasi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab tanpa meninggalkan integritas.
Pengalaman Gabriel di bidang akuntansi pemerintahan dan pengawasan sektor publik memperkuat pesan yang ia sampaikan. Sebagai PNS aktif di Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, ia mengantongi kompetensi khusus di bidang akuntansi pemerintahan setelah menempuh pendidikan Magister Ilmu Akuntansi Pemerintahan dan Audit Sektor Publik.
Pendidikan itu ia tempuh melalui beasiswa tugas belajar Program STAR Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang didanai Asian Development Bank (ADB). Latar belakang ini membuat isu integritas dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian tak terpisahkan dari cara pandangnya.
"Akuntabilitas mengajarkan kita untuk mempertanggungjawabkan setiap amanah. Sementara pelayanan mengajarkan kita bagaimana menggunakan amanah itu untuk kepentingan orang lain," kata Gabriel.
Di luar tugas kedinasan, Gabriel tercatat aktif di sejumlah organisasi. Ia dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Kerohanian DPD GAMKI Sumatera Utara Masa Bakti 2025–2028, Wakil Bendahara Bidang Perkebunan DPD KNPI Sumut Masa Bakti 2025–2028, serta Andalan Bidang Pengelolaan Aset dan Usaha Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara Masa Bakti 2025–2030.
Dalam pelayanan gerejawi, ia melayani sebagai Diaken di GBI Rumah Persembahan dan GBI HDTI Medan, dua gereja yang berada di bawah naungan Keluarga Besar GBI Medan Plaza.
PKTM GAMKI Sumut 2026 sendiri mengusung tema "Pulihkan Bangsa Kami" yang diambil dari Mazmur 80, dengan subtema "Mewujudkan Kepemimpinan Pemuda Kristen yang Transformatif dan Inovatif." Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter, integritas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan kepemimpinan kader.
Melalui forum ini, GAMKI Sumatera Utara berharap dapat melahirkan kader muda yang tidak hanya cakap memimpin, tetapi juga mampu membawa nilai integritas dan pelayanan ke dalam gereja, organisasi, masyarakat, maupun ruang publik.