Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo Sanco Simanullang Raih Gelar Sarjana Hukum di Medan, Kantongi Penghargaan Wisudawan Berkarya

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:32:32 WIB
Sanco Simanullang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, mengikuti prosesi wisuda Sarjana Hukum di UNPAB Medan, Kamis (20/8/2026).

MEDAN — Di tengah padatnya jadwal sebagai pimpinan kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Gorontalo, Sanco Simanullang membuktikan bahwa jabatan bukan penghalang untuk terus belajar. Pria kelahiran Dolok Sanggul itu sukses menuntaskan studi Ilmu Hukum di Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) dan diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-76 di Regale Convention Centre, Medan, Kamis (20/8/2026).

Pencapaian akademiknya kali ini terasa istimewa. Selain resmi menyandang gelar SH di belakang namanya, Sanco dianugerahi penghargaan Wisudawan Berkarya, sebuah apresiasi bagi mahasiswa yang tetap produktif menjalankan tanggung jawab profesionalnya selama masa perkuliahan.

Ilmu Hukum untuk Mengabdi ke Masyarakat

Bagi Sanco, gelar Sarjana Hukum bukanlah sekadar koleksi akademik baru. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah proses sepanjang hayat yang harus terus diperjuangkan di tengah kesibukan apa pun.

"Pendidikan itu long life learning. Bagi saya, ilmu adalah alat untuk mengubah kehidupan. Karena itu, belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang sudah bekerja atau memiliki jabatan," ujar Sanco kepada wartawan.

Lebih lanjut, ia berharap kompetensi hukum yang baru diperolehnya bisa menjadi bekal untuk berkontribusi lebih luas bagi publik. "Saya berharap ilmu hukum yang saya peroleh ini dapat sebesar-besarnya membantu orang lain. Hukum bukan hanya soal pasal dan aturan, tetapi bagaimana kita memahami hak, kewajiban dan keadilan," katanya.

Jejak Panjang Sang Pejabat Publik Sebelum Wisuda di Medan

Perjalanan pendidikan Sanco tercatat penuh dinamika. Pria yang akrab disapa dengan sapaan akrab itu mengawali pendidikan di SD Hutagurgur dan melanjutkan ke SMP Negeri 1 serta SMA Negeri Dolok Sanggul. Sempat gagal dalam seleksi tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk masuk SMA Taruna Nusantara Magelang pada 1990, ia kemudian sempat menempuh studi Bahasa Jerman di Universitas Indonesia (UI) pada 1995. Namun, benturan jadwal dengan perkuliahan pagi di Universitas Gunadarma memaksanya menghentikan studi di UI.

Kegigihannya tak pernah padam. Sanco akhirnya meraih gelar magister dan doktor di bidang Teknik Industri dari Universitas Sumatera Utara (USU) sebelum memutuskan mengambil pendidikan hukum di UNPAB. Di luar kampus, ia juga aktif sebagai Ketua Umum Marga Manullang Sumatera Utara serta terlibat dalam Yayasan Kesehatan HKBP.

Meski tahun lalu langkahnya terhenti pada tahapan kedua seleksi calon Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Sanco menilai kegagalan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup. "Yang penting adalah bagaimana kita terus belajar, memperbaiki diri dan tetap memberikan yang terbaik dalam setiap amanah yang diberikan," pesannya.

Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan. "Tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Jangan takut bermimpi, jangan takut mencoba, dan jangan berhenti belajar," pungkas Sanco yang juga suami dari Dessi Veronika Simanjuntak dan ayah tiga putra tersebut.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: metrorakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top