Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I 2026, ROE Melompat ke 18,8%

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 14:06:01 WIB
Laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun pada Semester I 2026, dengan rasio ROE meningkat menjadi 18,8 persen.

SUMATERA UTARA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir triwulan II 2026 dengan laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kinerja itu tetap ditopang oleh karakteristik utama bisnis BRI yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM.

Pendapatan Bunga dan Efisiensi Jadi Motor Pendorong

Dari sisi profitabilitas, indikator ROE BRI meningkat tajam dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan II 2026. Perbaikan ini didorong oleh penguatan pendapatan utama perseroan.

Net interest income BRI tercatat naik menjadi Rp80,5 triliun, sementara Pre-Provision Operating Profit (PPOP) meningkat menjadi Rp65,7 triliun. Pertumbuhan ini beriringan dengan membaiknya rasio efisiensi yang tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) turun ke 39,2 persen.

Di sisi lain, Cost of Fund (CoF) secara bank only berhasil ditekan dari 3,0 persen pada triwulan II 2025 menjadi 2,4 persen pada triwulan II 2026. Penurunan biaya dana ini menjadi kunci utama perbaikan margin di tengah tekanan likuiditas industri.

Kualitas Aset Semakin Sehat

Ekspansi kredit yang agresif tidak membuat BRI mengorbankan kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan (NPL) konsolidasian justru turun ke level 2,9 persen, sementara Cost of Credit (CoC) membaik menjadi 3,1 persen.

Secara industri, perbankan nasional mencatatkan pertumbuhan kredit 12,7 persen yoy dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen yoy. Adapun rasio Loan at Risk (LaR) industri turun ke 8,5 persen dengan Return on Asset (ROA) terjaga di level 2,5 persen.

Transformasi Digital dan Sumber Pertumbuhan Baru

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menjelaskan capaian positif BRI hingga triwulan II 2026 tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang masih resilien, dengan pertumbuhan di kisaran 5,30 persen, dan inflasi 3,34 persen. Di sisi lain, Indeks Bisnis UMKM meningkat menjadi 104,7 pada triwulan I 2026.

Implementasi berbagai agenda transformasi itu tercermin dalam kinerja BRI per akhir triwulan II 2026. Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat menjadi Rp1.646 triliun. Ekspansi itu didukung DPK yang mencapai Rp1.581 triliun.

Capaian BRI ini diyakini merupakan dampak dari transformasi BRIVolution Reignite, dengan dua agenda yang dijalankan secara simultan, yakni memperkuat funding franchise serta melakukan revamp terhadap bisnis inti yang sudah ada, dan membangun new core sebagai sumber pertumbuhan baru.

Fokus Perkuat Dana Murah dan Ekosistem

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus memperbesar basis dana murah melalui pendekatan berbasis ekosistem, serta memaksimalkan kapabilitas digital channel mulai dari akuisisi merchant, penguatan transaksi BRImo, QRIS hingga BRILink Agen. Perseroan juga memperkuat bisnis mikro melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta implementasi manajemen risiko yang semakin granular.

"Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia," ujar Hery dalam pemaparan kinerja di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31/8).

Selain memperkuat bisnis inti, perseroan juga mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk memperoleh nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank.

"Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai memberikan dampak positif terhadap fundamental maupun kinerja keuangan BRI," papar Hery.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top