Rupiah Menguat 0,29% ke Level Rp17.628, Analis Prediksi Lanjut ke Kisaran Rp17.600

Penulis: Syahrul Karim  •  Jumat, 04 September 2026 | 09:36:01 WIB
Rupiah menguat 0,29% ke level Rp17.628 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

SUMATERA UTARA — Pergerakan positif rupiah terjadi di tengah bias pelemahan dolar AS secara global. Pernyataan pejabat The Fed, Waller, yang cenderung dovish telah meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September. Kondisi ini membuat indeks dolar tertekan dan memberikan angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kinerja Rupiah Versus Mata Uang Asia dan Negara Maju

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Rupiah tercatat menguat bersama yuan China yang naik 0,02 persen, peso Filipina yang melesat 0,25 persen, dan dolar Singapura yang menguat 0,08 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang lain justru tertekan. Yen Jepang melemah 0,02 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,07 persen, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,05 persen.

Kondisi berbeda terjadi pada mata uang utama negara maju yang kompak menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,08 persen, euro Eropa terapresiasi 0,06 persen, dan dolar Australia tercatat menguat 0,017 persen.

Pernyataan Dovish The Fed Jadi Katalis Utama

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai sikap pejabat The Fed yang cenderung lunak terhadap kebijakan moneter menjadi pendorong utama penguatan rupiah kali ini.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada September," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).

Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa bank sentral AS mungkin tidak akan agresif dalam menaikkan suku bunga. Imbasnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS cenderung turun, membuat aset di negara berkembang seperti Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor asing.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Level support terdekat berada di kisaran Rp17.600, sementara resistance utama diproyeksikan ada di area Rp17.750.

Sepanjang sesi perdagangan, pelaku pasar akan mencermati data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis malam nanti. Data tersebut akan menjadi acuan selanjutnya bagi arah kebijakan moneter The Fed dan berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS secara global hingga awal pekan depan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top