Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp 8,51 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 253%

Penulis: Hendrizal Satria  •  Sabtu, 05 September 2026 | 10:19:01 WIB
Laba Pupuk Indonesia mencapai Rp 8,51 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 253% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

SUMATERA UTARA — Lonjakan laba tersebut disebut-sebut sebagai buah dari transformasi bisnis dan tata kelola yang disupervisi Danantara. Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian ini dalam Sidang Tahunan MPR RI, sembari menegaskan bahwa pembenahan BUMN tengah dilakukan secara besar-besaran.

Kenaikan laba Pupuk Indonesia terjadi beriringan dengan kebijakan pemerintah yang justru menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%—sebuah langkah yang disebut pertama kali terjadi dalam sejarah NKRI. Selain itu, sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk juga telah dihapuskan untuk mempercepat distribusi ke petani.

Pendapatan Naik 51%, Efisiensi Jadi Kunci Utama

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh pendapatan yang mencapai Rp 59,67 triliun, tumbuh 51% secara tahunan. EBITDA perusahaan ikut melonjak 140% menjadi Rp 14,28 triliun, seiring meningkatnya volume produksi dan efisiensi biaya operasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan bahwa efisiensi operasional dan disiplin biaya dijalankan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Prabowo. Menurutnya, fondasi keuangan yang kuat membuat perusahaan optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, baik untuk kinerja internal maupun kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan," ujar Rahmad dalam keterangan resmi, Senin (24/8).

Revitalisasi Pabrik dan Dampaknya ke Petani

Penguatan kas perusahaan membuka ruang bagi Pupuk Indonesia untuk mempercepat investasi revitalisasi industri pupuk nasional. Proyek modernisasi fasilitas ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, sehingga pasokan pupuk tetap terjaga dengan harga yang terjangkau.

Keterjangkauan harga mulai terlihat dari realisasi penebusan pupuk bersubsidi. Hingga 1 September 2026, volume penebusan mencapai 6,33 juta ton atau meningkat 27,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja BUMN Lain di Bawah Danantara

Presiden Prabowo turut membeberkan capaian emiten pelat merah lain pada paruh pertama 2026. Berikut rinciannya:

- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR): laba bersih naik 408,9% - PT Pupuk Indonesia (Persero): laba bersih naik 252,8% - PT Pertamina (Persero): laba bersih naik 86% - Pegadaian: laba bersih naik 84,4%, didorong transformasi bisnis bank emas - Pelindo: laba bersih naik 60,4% - PTPN: laba bersih naik 54,4%

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut perubahan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan efisiensi tinggi tanpa membebani keuangan negara. Adapun pemerintah menilai ketahanan pangan nasional saat ini dalam kondisi aman dan mampu menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan berdampak pada sektor pangan.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top