BMKG Sebut 33 Wilayah di Sumatera Utara Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir, Warga Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

Penulis: Hendrizal Satria  •  Senin, 07 September 2026 | 16:30:02 WIB
Hujan lebat disertai petir berpotensi melanda 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan. Kondisi atmosfer yang labil ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah pesisir barat hingga pegunungan.

MEDAN — Ketua Tim Meteorologi Early Warning System BMKG, Martha Rosefina, Senin, mengidentifikasi sejumlah faktor pemicu tingginya curah hujan di Sumatera Utara pekan ini. Belokan angin di Samudera Hindia Barat Sumatera serta konvergensi angin di Pantai Barat hingga Pantai Timur Sumatera menjadi penyebab utama terbentuknya awan-awan konvektif.

Anomali Suhu Muka Laut (SST) yang hangat dan indeks labilitas atmosfer yang tidak stabil turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini diperkirakan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga malam hari.

Daftar Wilayah yang Perlu Siaga: Dari Pesisir Timur hingga Kepulauan Nias

Potensi hujan lebat tersebut tersebar merata di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara. Masyarakat di pesisir timur seperti Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, hingga Labuhanbatu Raya diminta meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah dataran tinggi dan pesisir barat juga masuk dalam daftar waspada, meliputi Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Pematang Siantar, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, hingga Mandailing Natal.

Kepulauan Nias turut berpotensi mengalami kondisi serupa, termasuk Gunung Sitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Masyarakat di wilayah pesisir diminta mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang yang menyertai hujan.

Imbauan Antisipasi dan Langkah Mitigasi Bencana

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi dan selalu merujuk pada kanal resmi BMKG melalui media sosial @infobmkgsumut.

Para kepala daerah diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri setempat guna memantau perkembangan informasi cuaca secara berkelanjutan. Layanan informasi Balai Besar MKG Wilayah I Medan juga dapat dihubungi melalui call center di 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir diminta untuk lebih proaktif memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan deras mengguyur dalam durasi yang lama.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top