14 Kabupaten di Sumut Dikepung Asap Karhutla, Jarak Pandang di 3 Stasiun Meteorologi Turun Jadi 500 Meter

Penulis: Hendrizal Satria  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:31:31 WIB
Asap kebakaran hutan dan lahan menyelimuti 14 kabupaten di Sumatera Utara, Selasa (8/9/2026), menurunkan jarak pandang hingga 500 meter.

MEDAN — Sebanyak 14 kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (8/9/2026). Kondisi ini memicu penurunan jarak pandang mendadak hingga 500 meter dan memburuknya kualitas udara ke level tidak sehat.

Berdasarkan pantauan citra sebaran asap BMKG, wilayah yang terdampak meliputi Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, serta empat kabupaten di kawasan Labuhanbatu. Wilayah lain yang turut dikepung asap adalah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara, serta Mandailing Natal.

26 Titik Panas Terdeteksi, 4 di Antaranya Berisiko Tinggi

Hasil pemantauan citra satelit pada 7 September 2026 mencatat 26 titik panas di Sumatera Utara. Empat titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Hendro Nugroho menjelaskan sebaran asap bergerak mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara. "Sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut, mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara," ungkapnya, Selasa (8/9/2026).

Jarak Pandang di Tiga Stasiun Meteorologi Menurun

Pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan penurunan jarak pandang signifikan. Jarak pandang di ketiga stasiun tersebut tercatat menyusut menjadi 500 meter hingga 5 kilometer.

"Penurunan jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap dan berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat," jelas Hendro.

Imbauan Keselamatan bagi Warga di Wilayah Berkabut

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman, dan menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai.

Kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 yang masuk kategori tidak sehat berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top