Telkomsel Dorong Digitalisasi Logistik ke 35 Perusahaan via FGD Bersama SCI

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Rabu, 09 September 2026 | 14:46:31 WIB
Telkomsel Enterprise memetakan kebutuhan transformasi digital 35 perusahaan logistik dalam forum bersama Supply Chain Indonesia (SCI) di Sumatera Utara.

SUMATERA UTARA — Telkomsel Enterprise memetakan kebutuhan transformasi digital 35 perusahaan logistik lewat forum bertajuk "Connecting the Future of Indonesia's Logistics Ecosystem" yang digelar bersama Supply Chain Indonesia (SCI). Forum ini mempertemukan kebutuhan industri dengan kapabilitas teknologi yang dimiliki Telkomsel, mulai dari konektivitas hingga kecerdasan buatan.

Biaya Operasional dan Pelacakan Terfragmentasi Jadi Masalah Utama

FGD mengidentifikasi sejumlah hambatan yang menekan daya saing usaha logistik. Biaya operasional yang tinggi, sistem pelacakan yang belum terintegrasi, serta koordinasi lapangan yang rumit menjadi keluhan utama para pelaku industri.

Topik lain yang mengemuka adalah kompleksitas pengelolaan rute multimoda dan kebutuhan menjaga ketahanan rantai pasok di tengah pertumbuhan e-commerce. Penataan BUMN logistik oleh BPI Danantara serta pengalaman transformasi Pos Indonesia turut menjadi bahan diskusi.

Solusi yang Ditawarkan: IoT FleetSense hingga CCTV AI

Dalam forum tersebut, Telkomsel Enterprise memperagakan sejumlah inovasi yang bisa langsung diadopsi pelaku bisnis. Teknologi yang dipamerkan mencakup IoT FleetSense untuk manajemen armada, layanan Push-to-Talk untuk koordinasi lapangan, serta CCTV AI dan SiteSense untuk pengawasan keamanan dan analisis lokasi bisnis.

Portofolio ini merupakan bagian dari layanan Telkomsel yang lebih luas, meliputi jaringan privat, komputasi awan dan edge, keamanan siber, hingga analitik data. Pendekatannya dirancang agar perusahaan logistik bisa memilih titik awal transformasi yang paling relevan, kemudian mengintegrasikannya dari gudang hingga titik distribusi.

Target: Keputusan Lebih Cepat dan Biaya Lebih Terkendali

VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat daya saing logistik nasional. Menurutnya, transformasi digital harus berdampak nyata pada operasional bisnis, bukan sekadar adopsi teknologi.

"Transformasi digital harus terasa hasilnya bagi bisnis: keputusan lebih cepat, biaya lebih terkendali, operasi lebih aman, dan pelanggan lebih terlayani. Karena itu, kami hadir untuk mendengarkan kebutuhan tiap usaha, menggabungkan konektivitas, data, kecerdasan buatan, internet-of-things, keamanan, dan ragam layanan digital yang relevan, lalu membangun langkah transformasi yang bisa dijalankan," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Studi Kasus 5G Smart Warehouse: Persiapan Barang Pangkas Satu Jam

Telkomsel memaparkan hasil nyata penerapan teknologi di sektor logistik lewat proyek 5G Smart Warehouse bersama Huawei. Integrasi konektivitas 5G, kendaraan berpemandu otomatis, simulasi digital twin, dan CCTV berbasis AI terbukti memangkas waktu persiapan barang dari empat jam menjadi tiga jam.

Implementasi tersebut juga meningkatkan kinerja pengambilan barang sebesar 25%. Efisiensi material naik hingga 80%, sementara pemakaian kertas berhasil ditekan 40%.

Melalui kolaborasi dengan SCI, Telkomsel Enterprise mendorong tindak lanjut yang menghubungkan kebutuhan nyata perusahaan dengan solusi dan mitra yang tepat. Informasi lebih lanjut mengenai solusi bisnis Telkomsel dapat diakses melalui tsel.id/enterprise.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top