Mentan Amran Minta Penembakan 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Diusut Tuntas

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 10 September 2026 | 12:32:01 WIB
Mentan Amran meminta kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas.

SUMATERA UTARAParagraf pembuka: Peristiwa bermula saat rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tengah menjalankan tugas di Kampung Muliama. Mereka diserang dan ditembak hingga tiga orang meninggal dunia. Amran menilai petugas yang bekerja membawa program bantuan untuk warga seharusnya mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat.

Permintaan Usut Tuntas dan Jaminan Keselamatan

Amran meminta Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri bergerak cepat mengusut pelaku penembakan. Penegakan hukum dinilai penting agar petugas lapangan yang bertugas di Papua bisa bekerja tanpa rasa takut.

"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," ujar Amran dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Amran, para petugas yang mengawal program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua bukan pihak yang membawa ancaman bagi siapa pun. Mereka justru hadir untuk memastikan warga setempat mendapat pasokan pangan dan bibit ternak yang memadai.

Program Bantuan Pangan dan Ternak Tetap Jalan

Meski insiden terjadi, Amran memastikan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan tetap berjalan. Tidak ada rencana penghentian atau penundaan kegiatan, terutama karena program ini menyasar langsung masyarakat yang membutuhkan.

Keberlanjutan program menjadi penting mengingat wilayah Papua Pegunungan punya tantangan geografis dan keamanan yang tidak ringan. Petugas lapangan menjadi ujung tombak distribusi bantuan, mulai dari pendampingan peternak hingga penyaluran sarana produksi pertanian.

Amran juga menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. Dukungan tersebut mencakup pendampingan bagi ahli waris yang ditinggalkan, sebagai bentuk tanggung jawab negara atas pengabdian para pegawai.

Konteks Keamanan Petugas Lapangan di Papua

Penembakan di Kampung Muliama menambah daftar panjang risiko yang dihadapi aparatur sipil negara saat bertugas di wilayah rawan konflik. Program ketahanan pangan di Papua selama ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian untuk memperkuat kemandirian pangan lokal.

Peristiwa ini menempatkan isu keselamatan petugas sebagai pekerjaan rumah bersama. Pengamanan tidak hanya soal penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga soal memastikan setiap orang yang membawa layanan negara ke pelosok bisa pulang dengan selamat.

Penutup: Bagi Kementerian Pertanian, insiden ini menjadi ujian atas komitmen menghadirkan negara di wilayah terpencil tanpa mengorbankan keselamatan aparatnya. Tiga nyawa melayang saat menjalankan tugas, dan kelanjutan program pangan di Papua Pegunungan kini bergantung pada seberapa serius aparat menuntaskan kasus ini.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top