SUMATERA UTARA — Kepastian lokasi dan jadwal produksi mobil nasional akhirnya mencuat dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Perindustrian, kemarin. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta menyebut proyek ini berada di bawah penugasan Menteri Sekretaris Negara kepada PT Pindad.
Setia memberikan gambaran paling konkret sejauh ini soal progres di lapangan. Pabrik yang disiapkan di Subang belum memasuki tahap konstruksi bangunan.
"Saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang. Dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir," ucap Setia dalam RDP tersebut.
Artinya, dari sekarang hingga akhir 2028, tersisa sekitar dua setengah tahun untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas, instalasi lini produksi, hingga uji coba kendaraan. Tenggat ini terbilang ketat untuk proyek yang lahan industrinya saja belum selesai dibersihkan.
Penunjukan PT Pindad sebagai penggarap mobil nasional datang dari Menteri Sekretaris Negara. Setia menegaskan posisi Kemenperin dalam proyek ini bukan sebagai pemimpin, melainkan penyusun kebijakan pendukung.
"Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," kata Setia.
Pernyataan senada datang dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyebut roadmap proyek berada di kementerian lain, dan Kemenperin hanya bertugas mendukung.
"Untuk pengembangan mobil nasional, kami dapat laporkan bahwa kami terus-menerus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Danantara. Karena memang yang ditugaskan untuk membangun atau merumuskan atau menerbitkan roadmap-nya itu ada di kementerian lain, dan kami merupakan kementerian yang ditugaskan untuk mendukung," ujar Agus.
Arah teknologi mobil nasional sudah ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Saat peluncuran Molinas yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, ia menyebut proyek ini akan mengusung teknologi kendaraan listrik.
"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang dibangun untuk mobil listrik kita. Kalau tidak salah, tidak jauh dari sini perjalanan ke Purwakarta-Subang di KM 84 ada kompleks besar kita lagi bangun, mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," kata Prabowo.
Lokasi yang disebut Presiden mengarah ke kawasan industri di KM 84 tol Purwakarta-Subang, konsisten dengan keterangan Kemenperin soal Subang sebagai titik produksi.
Setia menyamakan pola penugasan Mobnas dengan Molinas — proyek kendaraan listrik nasional yang lebih dulu diluncurkan Presiden Prabowo. Keduanya melibatkan Kemenperin sebagai penyusun kebijakan, bukan pelaksana teknis.
Bedanya, Molinas sudah punya produk yang diperkenalkan ke publik. Mobnas baru sampai tahap penyiapan lahan. Pembaca yang menantikan kendaraan nasional layak menahan ekspektasi: hingga akhir 2028, belum ada satu pun prototipe resmi yang dipamerkan ke publik.