SUMATERA UTARA — Persija Jakarta resmi menyiapkan laporan ke Komisi Disiplin PSSI terkait dugaan diskriminasi yang dialami pelatih Shin Tae-yong dari ofisial Java United. Laporan kronologis disusun menyusul insiden di laga pekan ketiga Super League 2026/27 yang berlangsung panas meski tanpa penonton.
Manajer Persija Ardhi Tjahjoko menyatakan pihaknya tengah merampungkan laporan kronologis untuk dikirim ke Komdis PSSI. Langkah itu diambil setelah Shin Tae-yong mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari kubu lawan dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian, melontarkan ucapan merendahkan yang menyebut STY sebagai pendatang di Liga Super. Kalimat itu keluar saat adu argumen di pinggir lapangan memanas.
Persija menilai ucapan tersebut melampaui batas kompetisi dan berharap pelaku mendapat efek jera. "Komentar dari saya, mungkin dia orang baru di Liga Super," kata Ardhi saat dihubungi detikSport, Selasa (22/9).
Ardhi menegaskan laporan tidak berhenti pada pernyataan lisan. "Ya, dari management akan membuat laporan kronologisnya (ke Komdis PSSI)," ujarnya lagi.
Pertandingan yang dimenangi Persija 1-0 itu berjalan jauh dari sepi. Beberapa kali laga terhenti karena adu argumen antarofisial di pinggir lapangan.
Wasit berkali-kali memberi peringatan hingga mengeluarkan kartu kuning untuk meredam situasi. Gesekan verbal antara bangku cadangan kedua tim menjadi pemicu utama kekacauan di tepi lapangan.
Laporan ke Komdis PSSI membuka peluang sanksi bagi ofisial Java United jika terbukti melanggar kode disiplin. Persija berharap proses ini menjadi preseden agar perlakuan serupa tidak terulang di kompetisi domestik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Java United maupun PSSI terkait laporan yang disiapkan Persija.