Pertamina Bawa 4 UMK Binaan ke Kriyanusa 2026, Tenun hingga Songket

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Jumat, 25 September 2026 | 15:02:31 WIB
Empat UMK binaan Pertamina tampil di pameran Kriyanusa 2026 di Hall B JCC Senayan.

SUMATERA UTARA — Empat usaha mikro dan kecil binaan PT Pertamina (Persero) tampil di pameran Kriyanusa 2026 di Hall B Jakarta Convention Center, mulai 26 September 2026. Keikutsertaan ini menjadi jalur perluasan pasar bagi perajin tenun ikat dan songket yang selama ini terkendala akses ke konsumen luas.

Pameran kriya terbesar tahunan itu berlangsung lima hari dan mempertemukan perajin langsung dengan pembeli ritel, kolektor, hingga pembeli korporat. Pertamina menempatkan empat UMK binaannya di Hall B JCC Senayan, bukan sebagai peserta biasa, melainkan sebagai bagian dari program pembinaan usaha mikro yang berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Keempatnya adalah Ayu Windy Tenun Ikat, Songket Ilham Bahari, Songket Permata, dan Ronald Moreno. Masing-masing membawa karakter produk berbeda, dari wastra bermotif Nusantara sampai kriya dengan sentuhan artistik.

Siapa Saja yang Dibawa Pertamina

Ayu Windy Tenun Ikat mengembangkan tenun dengan motif dan warna khas Nusantara ke berbagai bentuk produk siap pakai. Songket Ilham Bahari dan Songket Permata menonjolkan kekayaan motif serta detail pengerjaan tangan para pengrajin. Sementara Ronald Moreno membawa produk kriya dengan karakter artistik sebagai pembeda.

Empat nama itu dipilih karena dianggap mewakili segmen wastra dan kriya yang punya pasar stabil di dalam negeri, terutama di kalangan pembeli yang mencari produk bernilai budaya tinggi.

Alasan Pertamina Turun ke Pameran

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), mengatakan keikutsertaan UMK binaan di Kriyanusa adalah cara memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk mereka ke konsumen yang lebih luas.

"Pameran seperti Kriyanusa menjadi kesempatan bagi UMK binaan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, memperkenalkan produknya, sekaligus mendapatkan pengalaman dan masukan dari konsumen. Kami mengajak masyarakat untuk mendukung produk UMK sekaligus dapat melihat langsung beragam produk kriya dan wastra kekayaan nusantara karya UMK binaan Pertamina," ujar Baron dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Menurut Baron, interaksi langsung dengan pembeli memberi masukan bagi pelaku UMK untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan perkembangan pasar.

"Dukungan masyarakat melalui pembelian produk lokal turut memberikan ruang bagi UMK untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya," tambahnya.

Dukungan yang Diberikan ke Perajin

Lewat program pembinaan UMK, Pertamina menyediakan pendampingan peningkatan kapasitas, pengembangan produk, serta fasilitasi promosi dan pemasaran. Skema ini menyasar sisi yang paling sering jadi penghambat perajin: bukan produksi, melainkan akses ke pembeli dan jaringan distribusi.

Bagi perajin tenun dan songket, kehadiran di pameran seperti Kriyanusa membuka peluang pesanan dalam jumlah lebih besar, termasuk dari pembeli institusi dan peritel yang biasanya tidak terjangkau lewat penjualan langsung.

Pertamina menargetkan pembinaan ini membantu UMK memperkuat usaha dan memperluas pasar, sejalan dengan peran BUMN sebagai penggerak sektor riil di luar bisnis energi.

Pameran berlangsung lima hari di JCC Senayan, dan masyarakat bisa melihat langsung produk keempat UMK tersebut di Hall B.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top