Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan sistem pembayaran nontunai sekali bayar bagi penumpang Bus Rapid Transit Mebidang yang melayani rute Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Skema ini memungkinkan penumpang cukup satu kali tap kartu atau pindai kode untuk satu perjalanan penuh, meski transit atau berganti koridor. Pembayaran terintegrasi tersebut disiapkan menjelang operasi penuh BRT Mebidang pada 8 Desember 2026.
MEDAN — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan menyatakan sistem pembayaran nontunai sekali bayar dirancang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas warga. Metode ini juga bertujuan menghemat biaya perjalanan dan memodernisasi tata kelola transportasi di kawasan Mebidang.
Pembayaran dilakukan melalui kartu uang elektronik, QRIS Scan, maupun QRIS Tap. Penumpang cukup melakukan satu kali tap atau pindai kode untuk satu perjalanan, tanpa perlu membayar ulang saat transit atau berganti armada.
Yuda memberi contoh perjalanan dari Lubuk Pakam menuju Amplas dengan transit di koridor SM Raja. Penumpang yang turun untuk melanjutkan ke Pos Blok tidak dikenakan biaya tambahan.
"Contohnya kita dari Lubuk Pakam sampai ke Amplas dengan koridor di SM Raja. Kemudian penumpang turun di situ karena mau menuju Pos Blok, maka kita tidak bayar lagi," kata Yuda dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Skema yang sama berlaku selama penumpang tidak keluar dari koridor yang ditetapkan. Pemerintah provinsi menyebut aturan ini untuk mencegah pembebanan biaya berlapis kepada masyarakat pengguna.
"Cukup sekali bayar. Setelah itu tunggu bus untuk selanjutnya ke Pos Blok, maka tidak akan bayar lagi selama tidak keluar dari koridor. Itu rencana kita supaya tidak membebani masyarakat," ujar Yuda menjelaskan.
Sejak diluncurkan di Terminal Lubuk Pakam, layanan BRT Mebidang masih berstatus uji coba. Selama masa itu, warga bisa menaiki bus listrik tersebut tanpa biaya.
Setelah operasi penuh, tarif direncanakan Rp4.300 per penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
Gubernur Sumut Bobby Nasution meluncurkan operasional BRT Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubuk Pakam di Terminal Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (19/8).
BRT Mebidang beroperasi penuh menggunakan 30 bus listrik. Rinciannya, 14 unit untuk Koridor 11 rute Teladan-Terminal Lubuk Pakam dan 13 unit untuk Koridor 12 rute Simpang Barat-Binjai.
Tiga unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan. Operasi penuh dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember 2026.
Yuda menyebut BRT Mebidang masuk dalam Proyek Strategis Daerah Pemprov Sumut yang dikerjakan bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota.
"Proyek ini transportasi massal berbasis bus listrik kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang bertujuan mengurangi kemacetan, serta menyediakan layanan transportasi umum modern dan ramah lingkungan," ujar Yuda.