MEDAN — Status Siaga yang disematkan BMKG ke Sumatera Utara berlaku untuk potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Kondisi itu bisa datang bersama angin kencang dan memperbesar risiko bencana hidrometeorologi, mulai dari genangan air, banjir, banjir bandang, sampai tanah longsor.
Hujan berintensitas tinggi berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama di kawasan yang selama ini masuk peta rawan banjir dan longsor. BMKG meminta masyarakat di daerah berpotensi terdampak menaikkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras turun dalam waktu lama.
Pada 27 September 2026, Sumatera Utara menjadi satu-satunya wilayah yang masuk kategori Siaga. Tidak ada provinsi lain yang menyandang status serupa di hari tersebut.
Kategori Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem juga tidak tercatat di wilayah mana pun pada 27 September. Artinya, Sumatera Utara berada satu tingkat di bawah Awas, sementara provinsi lain berada di level Waspada.
Di Pulau Sumatera, status Waspada untuk hujan sedang hingga lebat berlaku bagi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Selain hujan lebat, BMKG menandai potensi angin kencang di enam wilayah pada 27 September. Wilayah tersebut adalah Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras memperbesar risiko pohon tumbang dan kerusakan bangunan ringan. Warga di kawasan pesisir dan permukiman padat diminta memantau informasi cuaca terkini.
Peringatan dini juga berlaku pada Senin, 28 September 2026. Sejumlah wilayah masih berada dalam kategori Waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat.
Wilayah yang perlu mewaspadai hujan pada 28 September meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Daftar provinsi Waspada pada 28 September lebih pendek dibandingkan hari sebelumnya. Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat tidak lagi masuk dalam daftar tersebut.
Warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan kawasan rawan longsor disarankan memantau perkembangan cuaca secara berkala. BMKG memperbarui informasi peringatan dini melalui kanal resminya.
Bagi daerah yang berpotensi terdampak, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama ketika hujan deras berlangsung lama. Kondisi tanah yang sudah jenuh air mempercepat terjadinya longsor dan banjir bandang.