SUMATERA UTARA — Anthony Gordon mencetak gol pembuka saat Inggris mengalahkan Ceko 2-0 di ajang Nations League, melanjutkan tren positifnya bersama Tim Tiga Singa. Pemain sayap 25 tahun itu kini tercatat menyumbang tiga gol dan tiga assist dalam enam laga terakhir bersama Inggris.
Gol ke gawang Ceko menjadi bukti terbaru bahwa Gordon layak diperhitungkan sebagai starter reguler di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel. Sebelumnya, ia juga mencetak gol saat Inggris menyerah 2-3 dari Spanyol dalam laga yang digelar di Wembley.
Konsistensi Gordon sebenarnya mulai terlihat sejak fase gugur Piala Dunia. Rata-rata ia menyumbang satu gol atau assist setiap 69 menit, dimulai dari dua assist untuk Harry Kane saat Inggris menang 2-1 atas DR Congo di babak 32 besar.
Tuchel dikenal gemar memberi kejelasan kepada pemainnya soal peran dan siapa pesaing mereka di skuad. Soal status Gordon, ia menyebut pemain sayap itu sedang berada di jalur yang tepat.
"Dia sedang menuju ke sana. Dia mempertahankan kaosnya, mempertahankan posisinya - penampilan luar biasa lagi setelah pertandingan melawan Spanyol," kata Tuchel.
"Dia sangat menentukan melawan Ceko dan mencetak gol yang luar biasa. Teknik dan penyelesaiannya sangat bagus. Dia melakukan hal itu di level tertinggi dan dia pemain yang sangat penting."
Gordon tampil apik berkat kerja samanya di sisi kiri dengan mantan rekan setimnya di Newcastle, Lewis Hall. Ia juga menyatu dengan Trent Alexander-Arnold, yang baru kembali menjadi starter untuk Inggris setelah hampir dua tahun absen.
Alexander-Arnold sendiri mengakui kerja samanya dengan Gordon berjalan mulus. "Saya mencoba mendapatkan bola, melihat permainan terbaik, bermain ke depan dan menciptakan sesuatu. Saya berhasil memberikan umpan itu," ujarnya.
Kapten Inggris Harry Kane menilai Gordon sudah menunjukkan kualitasnya di level tertinggi. "Penampilannya dalam beberapa pertandingan terakhir menjadi salah satu yang terbaik yang pernah ia mainkan dengan seragam Inggris," kata Kane.
"Dia menikmati momen mengenakan kaos ini dan menjadi salah satu pemain utama di tim. Dia pemain penting bagi kami dan menunjukkan itu selama Piala Dunia."
Perjalanan Gordon menembus tim inti tidak selalu mulus. Marcus Rashford, Eberechi Eze, Phil Foden, dan Noni Madueke sempat mengisi posisi sayap kiri Inggris dalam dua tahun terakhir.
Gordon mulai muncul sebagai opsi serius pada masa kepemimpinan sementara Lee Carsley. Kala itu, ia sendiri mengakui baru menunjukkan "50 persen" dari kemampuan terbaiknya untuk Inggris. Kini potensi itu mulai terwujud.
Melawan Ceko, Gordon melepaskan empat tembakan, lebih banyak dari pemain Inggris mana pun. Statistiknya sejak fase gugur Piala Dunia juga menempatkannya di empat besar pemain Inggris untuk expected assists, expected goals, umpan ke kotak penalti, sentuhan di kotak lawan, peluang tercipta, dan tembakan tepat sasaran.
Ada cerita menarik soal persaingan Gordon dan Rashford untuk posisi sayap kiri, baik di Inggris maupun di Barcelona. Rashford dipinjamkan ke Barcelona musim lalu, tetapi klub Katalan itu memilih tidak mempermanenkannya.
Rashford kembali ke Manchester United, sementara Barcelona menggelontorkan 69 juta poundsterling untuk merekrut Gordon dari Newcastle. Gordon pun langsung mencatat lima assist di La Liga sejak awal musim.
Mantan kiper Inggris Paul Robinson menilai kepindahan Gordon sempat dipertanyakan banyak pihak. "Orang-orang mengangkat alis ketika Anthony Gordon pergi ke Barcelona dengan nilai sebesar itu dan Marcus Rashford kembali ke Manchester United," ujarnya kepada BBC Radio 5 Live.
Bagi Tuchel, Gordon kini masuk dalam kategori pemain yang sulit dicoret dari starting XI. Jika tren ini berlanjut, posisi sayap kiri Inggris yang lama menjadi masalah perlahan menemukan pemilik tetapnya.