Dubes Malaysia Kunjungi Balai Kota Medan, Bahas Investasi dan Perdagangan Senilai USD1,5 Miliar

Penulis: Hendrizal Satria  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 10:01:01 WIB
Duta Besar Malaysia Dato' Muzafar mengunjungi Balai Kota Medan untuk membahas kerja sama investasi dan perdagangan.

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memaparkan sejumlah potensi daerah kepada delegasi Malaysia, mulai dari ekonomi, UMKM, transportasi massal, pengelolaan sampah, hingga pariwisata. Ia menyebut Medan sebagai kota terbesar di Sumatra dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa.

Pertemuan berlangsung di Balai Kota Medan. Rico didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kadis Pariwisata Odi Anggia Batubara, Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra, dan Kabag Kerjasama Seri Inderahayu.

Realisasi Investasi Medan 2025 Tembus Rp14,5 Triliun

Di sektor ekonomi, Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun. Angka itu jauh melampaui target yang dipasang Rp7 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Medan pada tahun yang sama mencapai sekitar 5,10 persen. Rico menilai kekuatan kota tidak hanya bertumpu pada ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro yang digerakkan UMKM.

"Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM," ujar Rico Waas.

BRT Medan Ditargetkan Jadi 12 Koridor pada 2027

Pemko Medan menyiapkan perluasan bus rapid transit (BRT) dari lima menjadi 12 koridor pada 2027. Jaringan itu akan menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Armada bus listrik juga ditargetkan bertambah dari 60 unit menjadi sekitar 283 unit. Di sektor persampahan, Medan mengembangkan program PSEL atau pengelolaan sampah menjadi energi yang merupakan program pemerintah pusat, untuk menangani potensi sampah lebih dari 1.700 ton per hari.

Pemko Medan juga menata lima Kawasan Strategis Pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua. Rico menyebut kekayaan kuliner dan budaya sebagai modal penting kota multikultur ini.

Perdagangan Malaysia-Medan Capai USD1,5 Miliar

Dato' Muzafar hadir didampingi Konjen Malaysia Tuan Sahril Nizam Bin Abdul Malek dan sejumlah delegasi. Ia menegaskan Medan punya posisi penting bagi Malaysia, khususnya dalam hubungan ekonomi dan perdagangan di Sumatra Utara.

"Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini," kata Dato' Muzafar.

Total perdagangan Malaysia-Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari USD26 miliar. Dari angka itu, perdagangan dua arah Malaysia dengan Medan menyumbang sekitar USD1,5 miliar.

"Medan adalah satu kota yang amat penting bagi Malaysia dari segi ekonomi dan juga perdagangan," tegasnya.

Business Matching untuk UMKM Kedua Negara

Malaysia tertarik menjajaki kerja sama di bidang kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata, dan hospitalitas. Kerja sama juga diarahkan memperkuat UMKM lewat business matching dan business networking antara pelaku usaha kedua wilayah.

Dato' Muzafar berharap kunjungan perdana tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret. Penguatan hubungan ini diharapkan membuka peluang investasi, memperluas perdagangan, menciptakan lapangan kerja, dan memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: inimedanbung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top