Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 10-12 Oktober 2026 akibat angin kencang. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung mengimbau nelayan dan operator kapal tongkang meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Gelombang tinggi berpeluang terjadi di Perairan Barat Sumut, Perairan Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, serta Perairan Timur dan Barat Kepulauan Nias.
MEDAN — BMKG mencatat pola angin di Wilayah Perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari Tenggara-Barat dengan kecepatan berkisar 02-20 knot. Kondisi itu dipicu daerah belokan angin serta konvergensi yang mendukung aktivitas konvektif di wilayah Sumatera Utara.
Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan Perairan Timur Sumatera Utara turut berpotensi menambah kandungan uap air di atmosfer. Kombinasi faktor tersebut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Sumatera Utara.
Christen merinci ambang batas yang perlu diwaspadai pelaut. Nelayan pengguna perahu diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter.
Untuk kapal tongkang, peringatan berlaku saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,50 meter. "Kepada nelayan yang menggunakan perahu, agar waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter," kata Christen di Medan.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyebut hasil pantauan citra sebaran asap di wilayah Sumatera pada 9 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Sebaran asap terdeteksi di sembilan daerah Sumatera Utara.
Daerah tersebut meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Sebaran asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang umumnya bertiup dari arah tenggara.
Pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada 9 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB menunjukkan penurunan jarak pandang berkisar 4 hingga 5 kilometer. Penurunan visibilitas itu berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran di wilayah terdampak.
BMKG meminta warga pesisir dan pelaku transportasi laut memantau pembaruan prakiraan cuaca selama periode 10-12 Oktober 2026. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG Wilayah I Medan.