RUPSLB PLN Tunjuk Suroso Isnandar Jadi Dirut, Gantikan Darmawan

Penulis: Hendrizal Satria  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:36:32 WIB
RUPSLB PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo.

SUMATERA UTARA — RUPSLB PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo, Rabu (14/10). Suroso sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Pergantian ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan untuk melanjutkan agenda transformasi perusahaan.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) resmi mengangkat Suroso Isnandar sebagai orang nomor satu di perusahaan setrum pelat merah itu. Posisi yang ditinggalkannya, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, kini menjadi modal utama kepemimpinannya.

Jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan yang dipegang Suroso sebelum ini berkaitan langsung dengan dua agenda besar PLN: pembangunan infrastruktur kelistrikan dan transisi menuju energi bersih. Dua isu itulah yang menjadi fokus perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Estafet Kepemimpinan di Tengah Agenda Transformasi

Pergantian direksi ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan yang menyambung agenda transformasi PLN. Arah kebijakan perusahaan tidak berbelok: penguatan keandalan sistem, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengembangan energi baru terbarukan, dan peningkatan layanan pelanggan tetap jadi prioritas.

PLN menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengawal transformasi perusahaan selama menjabat. Di bawah kepemimpinan Suroso, PLN akan melanjutkan program strategis untuk menyediakan listrik yang andal, terjangkau, berkualitas, dan semakin bersih.

Taruhan di Sektor Energi Baru Terbarukan

Penunjukan Suroso bukan tanpa alasan. Direktorat Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan menangani portfolio yang bersinggungan langsung dengan target bauran energi nasional. Ini bukan pekerjaan ringan, mengingat Indonesia masih bergantung pada pembangkit fosil.

Transisi energi menjadi tekanan tersendiri bagi PLN, terutama dengan komitmen pemerintah menekan emisi karbon sekaligus menjaga tarif listrik tetap terjangkau. Suroso akan menghadapi tarik-menarik antara kebutuhan investasi infrastruktur hijau dan daya beli masyarakat.

Dampak ke Pelanggan dan Industri

Bagi pelanggan PLN, pergantian direksi ini akan terasa pada layanan sehari-hari: kualitas pasokan listrik, kecepatan penanganan gangguan, dan tarif. Penguatan keandalan sistem yang disebut dalam agenda transformasi menyasar langsung pengalaman rumah tangga dan dunia usaha.

Kalangan industri menantikan kepastian pasokan daya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Listrik yang andal dan bersih disebut mendukung pertumbuhan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia, sebuah target yang tidak bisa dicapai tanpa kecepatan pembangunan infrastruktur.

Yang jelas, Suroso diwarisi agenda yang sebagian sudah berjalan. Tantangannya menjaga momentum transformasi tetap di jalur, sambil memastikan PLN tidak kehilangan fokus pada layanan dasar. Dengan portofolio EBT yang pernah dipegangnya, publik akan menilai seberapa cepat transisi energi benar-benar bergerak.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top