Kabut Asap Selimuti Sumut, Gubernur Bobby Nasution Siapkan Modifikasi Cuaca Mulai Danau Toba

Penulis: Syahrul Karim  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:32:11 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau upaya modifikasi cuaca di kawasan Danau Toba.

ASAHAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan modifikasi cuaca sudah dicoba sejak Kamis (15/10/2026) untuk memicu hujan di wilayah Sumut. Kawasan Danau Toba menjadi lokasi pertama yang disasar, menyusul kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh provinsi akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Bobby menyampaikan hal itu saat berada di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan. Ia menyebut upaya serupa akan menyasar wilayah lain di Sumut secara bertahap.

Danau Toba Jadi Lokasi Pertama, Daerah Lain Menyusul Bertahap

“Hari ini sampai besok kami juga sudah mencoba untuk modifikasi cuaca agar bisa menurunkan hujan di wilayah Sumatera Utara, hari ini kami coba di kawasan Danau Toba,” kata Bobby Nasution di Asahan.

Pemilihan Danau Toba sebagai titik awal berkaitan dengan posisi kawasan itu di jalur sebaran asap. Setelahnya, modifikasi cuaca akan digelar di sejumlah wilayah lain tanpa menyebut daftar lokasi rinci.

“Untuk daerah lain di beberapa wilayah di Sumatera Utara akan dilakukan secara bertahap,” sebutnya.

Komunikasi dengan Gubernur Sumsel soal Metode Dry Ice

Selain hujan buatan, Bobby mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru soal penggunaan dry ice. Metode itu dipakai untuk mengangkat massa asap agar naik ke atas dan tidak turun ke permukaan darat.

“Tadi sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan yang hari ini juga sudah membuat dry ice mengangkat asapnya biar bisa naik, tidak berbahaya asapnya turun ke darat, melalui teknologi yang ada,” sebutnya.

Dry ice disebut menjadi opsi lanjutan jika modifikasi cuaca tidak berhasil menurunkan hujan. Pemprov Sumut ingin memastikan aktivitas warga tidak terganggu oleh kabut asap yang masih tinggi di beberapa wilayah.

“Kalau besok upaya penurunan hujan di beberapa wilayah di Sumatera Utara berhasil, mungkin ada beberapa yang tidak berhasil, asapnya masih tinggi kami akan mencoba berbagai upaya untuk memastikan asap yang ada di Sumatera Utara tidak mengganggu aktivitas sehari-hari kita semua,” tuturnya.

BMKG Catat Dua Titik Panas di Asahan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan melaporkan hasil pemantauan citra satelit pada 15 Oktober 2026. Dari pantauan itu, terdapat dua titik panas kategori sedang di Sumatera Utara, keduanya berada di Kabupaten Asahan.

Kepala BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menjelaskan temuan tersebut berdasarkan analisis citra satelit pada hari yang sama. Dua titik panas itu menjadi indikasi awal sumber asap di wilayah Asahan.

Hingga kini, modifikasi cuaca di Danau Toba dan rencana dry ice masih menunggu hasil. Pemprov Sumut menyatakan akan mengevaluasi dampak hujan buatan sebelum memutuskan langkah lanjutan di wilayah lain.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: medan.viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top