WITF 2026 di JIExpo Kemayoran Digelar 15-17 Oktober, Hadirkan 300 Buyer dari 45 Negara

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:33:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

SUMATERA UTARA — Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 15-17 Oktober 2026 dengan menghadirkan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara. Pameran B2B ini mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra internasional untuk menjajaki kerja sama promosi dan distribusi produk wisata. Penyelenggaraan tahun ini menandai perluasan akses pasar pariwisata nasional ke jaringan global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka langsung gelaran WITF 2026 di Jakarta. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pameran ini digerakkan oleh industri, bukan sekadar program pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi bahwa WITF digerakkan langsung oleh industri. Tahun ini, WITF mempertemukan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara,” kata Widiyanti saat membuka WITF 2026 di Jakarta.

Jumlah buyer internasional itu menjadi sinyal bahwa pasar wisata Indonesia masih dilirik negara-negara sumber wisatawan. Namun pertanyaannya, bagaimana pertemuan bisnis ini bisa berdampak ke traveler biasa?

Apa Itu Skema B2B dan Mengapa Penting bagi Industri

WITF bukan pameran promosi destinasi biasa. Format utamanya adalah business-to-business, tempat pelaku usaha wisata Indonesia bertemu langsung dengan buyer dari luar negeri.

Dalam skema ini, pelaku usaha bisa memperkenalkan produk, memahami kebutuhan pasar, dan membangun jaringan distribusi yang lebih luas. Widiyanti menilai pendekatan itu penting agar promosi pariwisata Indonesia menjangkau pasar yang tepat.

“Melalui business matching, para pelaku bisnis pariwisata dapat berinteraksi langsung dengan buyer, memahami preferensi pasar, mengidentifikasi produk yang sedang diminati, dan menjajaki peluang kerja sama yang konkret,” ujarnya.

Produk Wisata Apa Saja yang Dipamerkan

Kementerian Pariwisata memfasilitasi sejumlah pelaku industri terpilih lewat stan Wonderful Indonesia seluas 18 meter persegi di area B2C. Ada empat kategori produk yang ditonjolkan:

  • Wisata edukasi
  • Wisata alam dan desa
  • Layanan perjalanan
  • Wisata kebugaran atau wellness tourism

Keempat segmen itu menyasar tren perjalanan global yang kini bergeser ke pengalaman unik, autentik, dan bermakna. Bagi traveler yang mencari paket wisata desa atau wellness, ajang ini jadi tempat pemasok produk tersebut bertemu mitra.

Rangkaian Acara Pendukung

Selain pertemuan bisnis, WITF 2026 menghadirkan promosi langsung ke konsumen melalui skema business-to-consumer. Sejumlah kegiatan pendukung turut digelar:

  • Forum diskusi industri
  • Jamuan makan malam
  • Pre-tour dan post-tour untuk memperkenalkan potensi destinasi

Pre-tour dan post-tour biasanya dipakai peserta untuk melihat langsung produk wisata di lapangan sebelum atau sesudah pameran. Informasi rute dan destinasi yang dikunjungi belum dirinci dalam rilis penyelenggara.

Lokasi dan Akses ke JIExpo Kemayoran

Venue WITF 2026 berada di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Lokasi ini biasa diakses lewat jalan tol dalam kota dengan pintu keluar Kemayoran, atau menggunakan transportasi umum ke arah kawasan Kemayoran.

Untuk jadwal per sesi, tiket masuk, dan ketentuan kunjungan bagi publik, informasi terkini dapat dikonfirmasi via penyelenggara atau Kementerian Pariwisata. Rilis yang diterima belum mencantumkan harga tiket maupun jam buka per hari.

Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Jumlah Turis

Widiyanti menegaskan pengembangan pariwisata tidak cukup berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan. Kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman berwisata juga perlu jadi perhatian agar Indonesia mampu bersaing dengan destinasi negara lain.

“Tujuan kita bukanlah sekadar mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia, melainkan memadukan penawaran pariwisata Indonesia dengan pasar yang tepat, memberikan pengalaman pariwisata yang lebih baik, serta meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap kunjungan,” pungkasnya.

Bagi traveler, arah kebijakan itu berarti paket wisata yang ditawarkan ke depan kemungkinan lebih menekankan pengalaman mendalam ketimbang kunjungan singkat ke banyak titik. Pantau perkembangan produk yang muncul dari WITF 2026 sebelum merencanakan liburan berikutnya.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: voiceindonesia.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top