SUMATERA UTARA — Pemerintah Desa Tropodo, Sidoarjo, menggelar pembinaan kader kesehatan untuk memperkuat pencegahan stunting pada balita. Lewat kegiatan ini, kader dibekali kemampuan memantau tumbuh kembang anak dan mengedukasi orang tua soal gizi seimbang.
Kader kesehatan di Desa Tropodo mendapat pembekalan langsung dari pemerintah desa setempat. Materi yang ditekankan mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi pemenuhan gizi seimbang, hingga dorongan agar orang tua rutin membawa anak ke Posyandu.
Pembinaan ini menyasar kemampuan kader dalam menjalankan tugas sehari-hari di lapangan. Pemerintah desa menilai peran kader sebagai ujung tombak deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan pada anak.
Kegiatan pertemuan dan pembinaan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan kader. Ada tiga fokus utama yang diberikan:
Ketiga hal itu dianggap kunci untuk mendeteksi risiko stunting lebih awal. Kader yang aktif di tingkat desa jadi pihak pertama yang bisa menangkap tanda-tanda gangguan pertumbuhan sebelum terlambat.
Kepala Desa Tropodo, Haris, menargetkan seluruh balita di wilayahnya tumbuh sehat dan terbebas dari stunting. Menurutnya, target itu tidak bisa dicapai pemerintah desa sendirian.
"Harapan kami, seluruh balita di Desa Tropodo bisa tumbuh sehat dan terbebas dari stunting. Kami berharap para kader semakin aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, serta orang tua lebih memperhatikan asupan gizi dan rutin memantau tumbuh kembang anak melalui Posyandu," ungkap Haris.
Ia menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Pembinaan kader pun diharapkan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sekali jalan.
Edukasi lewat Posyandu menjadi pintu masuk bagi orang tua untuk memahami pentingnya asupan gizi. Pemerintah desa mendorong agar pemeriksaan tumbuh kembang anak tidak dilewatkan begitu saja.
Kesadaran orang tua dinilai sama pentingnya dengan keaktifan kader. Deteksi dini hanya berhasil bila kedua pihak bergerak bersama, terutama pada masa pertumbuhan balita yang berlangsung cepat.
Melalui pembinaan ini, Pemdes Tropodo ingin membangun sinergi kuat antar pihak terkait. Tujuannya jelas: masyarakat yang lebih sehat dan generasi penerus yang tumbuh optimal.
Bagi ibu di Desa Tropodo, langkah paling sederhana adalah memastikan jadwal Posyandu tidak terlewat. Tanyakan pada kader soal hasil pengukuran berat dan tinggi anak, lalu diskusikan bila ada tanda pertumbuhan yang perlu diperhatikan.
Pembinaan kader yang rutin membuat layanan kesehatan desa lebih siap menghadapi persoalan gizi dan tumbuh kembang anak. Kolaborasi pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan keluarga jadi kunci agar balita Tropodo tumbuh sehat tanpa risiko stunting.