Review Mercedes-AMG GLE 53 Hybrid 2027: PHEV 577 HP, Makin Canggih

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:33:31 WIB
Mercedes-AMG GLE 53 Hybrid 2027 mengadopsi sistem plug-in hybrid dengan total tenaga 577 horsepower.

SUMATERA UTARA — Mercedes-AMG GLE 53 Hybrid 2027 kini mengusung sistem plug-in hybrid dengan total tenaga 577 horsepower dan torsi 553 pound-feet, naik signifikan dari 429 hp versi sebelumnya. Ubahan mekanis ini jadi daya tarik utama, tapi ada sejumlah catatan soal harga dan kompleksitas yang perlu dicermati calon pembeli di segmen SUV performa premium.

Mercedes-Benz merombak lini AMG GLE dan GLS untuk model year 2027. Perubahan paling substansial ada di sektor powertrain, sementara aspek visual dan antarmuka hanya mendapat pembaruan minor. Varian yang dibahas mencakup GLE 53 Hybrid, GLE 63 S, dan GLS 63, baik bodi SUV maupun Coupe.

Dari sisi tampilan, ketiga varian ini mendapat bumper dan gril baru, plus desain velg anyar. Lampu depan dan belakang kini memakai treatment bintang tiga-titik agar selaras dengan versi GLE dan GLS reguler. Perubahan ini terbilang halus, bukan redesain total.

Kabina: Layar Ketiga dan Arsitektur Listrik Baru

Arsitektur kelistrikan baru membawa GLE dan GLS ke level spesifikasi S-class. Sistem ini mendukung MBUX terbaru plus over-the-air update, yang kabarnya segera menghadirkan kemampuan hands-free Level 2.

Penambahan paling mencolok adalah layar sentuh kedua untuk penumpang depan, berukuran 12,3 inci—sama dengan layar pengemudi dan layar utama di tengah. Asisten AI MBUX kini bisa membedakan input suara pengemudi dan penumpang, lalu menempatkan avatar di layar masing-masing.

Sentuhan pengguna yang lebih menyukai kontrol fisik juga diakui. Sebagian tombol touch-sensitive di setir sudah dibuang. Pengaturan kecepatan adaptive cruise kini pakai rocker switch fisik, sementara volume audio diatur roller. Touchpad di konsol tengah masih tersedia.

Powertrain GLE 53: Dari Mild Hybrid ke Plug-in, 577 HP

GLE 53 generasi sebelumnya digantikan GLE 53 Hybrid yang berstatus plug-in. Mesin turbocharged 3.0 liter inline-six yang tadinya menghasilkan 429 hp dan 413 pound-feet kini dipoles jadi 577 hp dan 553 pound-feet, dibantu motor listrik besar yang menggantikan torque converter.

Powertrain ini berkerabat dengan Mercedes-Benz GLE 500e 2027. Keduanya memakai mesin M256 Evo dengan blok dan kepala silinder baru. Turbo besar digerakkan gas buang, sementara motor listrik besar bertugas menutup turbo lag saat start.

Meski tenaganya melonjak, Mercedes tetap memakai nama 53—angka yang sudah dipakai sejak powertrain ini diumumkan sebagai teaser pada 2023. Secara logika penamaan, GLE 58 mungkin lebih tepat, tapi pabrikan punya pertimbangan sendiri.

Dalam mode listrik, GLE 53 Hybrid diklaim mampu menempuh sekitar 45 mil tanpa menyalakan mesin. Mode meluncur senyap bisa dilakukan hingga sekitar 87 mph. Pengisian AC 9,6 kilowatt tersedia standar, begitu pula DC 60 kW yang menurut catatan pengujian sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

GLE 63 S dan GLS 63: Crankshaft Flat-Plane, Tenaga Tetap

Varian 63 mempertahankan mesin twin-turbo 4.0 liter V8 dengan 603 hp dan torsi 627 pound-feet—angka yang tidak berubah. Yang berubah adalah crankshaft, kini flat-plane menggantikan cross-plane.

Mercedes mengklaim overhaul ini menurunkan emisi sekaligus memperbaiki respons dan refinement. Dari pengujian di jalan, klaim respons dan refinement terbukti, dan mesin tetap halus tanpa getaran berlebih meski memakai flat-plane crank.

Varian 63 juga mendapat sistem knalpot selectable baru. Suaranya bergeser dari halus ke geraman berat begitu mode berkendara diganti.

Respons Mesin dan Launch Control Pertama di AMG GLE/GLS

Respons kedua powertrain nyaris tanpa jeda. Rasa jeda bisa dimunculkan dengan memilih mode Sport atau Sport+, yang membuat perpindahan gigi lebih terasa. Tidak ada keterlambatan saat pedal gas diinjak awal, dan berbagai bantuan tenaga saling serah tanpa hentakan.

AMG untuk pertama kalinya menyematkan launch control di GLE dan GLS. Fitur ini hanya aktif di mode Sport+ dan dipanggil lewat dial/tombol di kuadran kanan bawah setir, lengkap dengan pengencangan sabuk pengaman sebagai persiapan.

Hasilnya bukan hentakan brutal, melainkan dorongan tegas ke sandaran kursi. Sabuk yang mengencang otomatis sedikit mengurangi sensasi dramatisnya. Mercedes mengklaim akselerasi 0-60 mph sekitar 4,1 detik untuk GLE.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Perubahan visual tergolong minor—bumper, gril, dan velg baru, bukan redesain total
  • Penamaan 53 dipertahankan meski tenaga sudah setara 58, berpotensi membingungkan pembeli
  • Fitur DC charging 60 kW dinilai belum perlu untuk kebutuhan harian
  • Launch control hanya tersedia di Sport+, tidak bisa diakses di mode lain
  • Harga resmi dan ketersediaan untuk pasar Indonesia belum disebutkan dalam bahan

Kelebihan

  • Tenaga GLE 53 Hybrid naik dari 429 hp ke 577 hp, torsi 553 pound-feet
  • Mode listrik hingga sekitar 45 mil, cukup untuk komuter harian
  • Layar penumpang 12,3 inci dan MBUX terbaru dengan AI assistant
  • Kontrol fisik di setir dikembalikan untuk cruise dan volume
  • Launch control perdana di lini AMG GLE dan GLS
  • Crankshaft flat-plane di V8 63 tanpa kenaikan getaran berarti

Verdict

AMG GLE 53 Hybrid 2027 adalah pilihan menarik bagi yang ingin SUV performa dengan kemampuan listrik harian dan tenaga mendekati varian 63. Bagi penggemar V8 murni, GLE 63 S dan GLS 63 tetap jadi opsi, dengan karakter mesin yang lebih halus berkat flat-plane crank.

Yang belum terjawab: harga dan ketersediaan resmi di Indonesia. Calon pembeli di pasar lokal sebaiknya menunggu pengumuman resmi Mercedes-Benz Indonesia sebelum mengambil keputusan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top