SUMATERA UTARA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Elon Musk telah memulihkan akses internet Starlink untuk Ukraina setelah pembatasan konektivitas menghambat pergerakan angkatan bersenjata negara tersebut. Pemulihan tersebut diungkapkan Trump di tengah tekanan terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia.
Pernyataan Trump muncul setelah Zelensky menyebut konektivitas ke jaringan Starshield kelas militer, yang disediakan sistem Starlink, belum pulih sepenuhnya. Jaringan tersebut memanfaatkan sekitar 10.000 satelit di orbit rendah Bumi untuk menyediakan konektivitas, terutama di daerah terpencil dan medan pertempuran.
Musk membantah menjadi dalang di balik penurunan kecepatan yang memengaruhi kemampuan Ukraina menggunakan drone untuk menyerang Rusia dan melindungi diri. Pekan lalu, ia menyatakan pemerintah AS yang memegang kendali akses Starshield, versi militer Starlink yang dipakai Ukraina.
Musk menyebut sistem itu dirancang untuk Pentagon, yang mengisyaratkan pihak AS mungkin berada di balik pembatasan. Gedung Putih berulang kali membantah memerintahkan pembatasan akses tersebut.
Zelensky mengatakan kecepatan sistem yang digunakan militer Ukraina masih belum pulih sepenuhnya. Ia menyebut kecepatannya belum kembali ke 400 km/jam.
"Kami sedang mengupayakannya," cetus Zelensky.
Ia juga menyatakan sedang menunggu kabar dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang berjanji memberi informasi lebih lanjut dalam waktu sekitar 48 jam. Pernyataan Zelensky dilontarkan tak lama sebelum Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah menelepon Musk dan memintanya mencabut pembatasan penggunaan Starlink oleh Ukraina.
Kecepatan sistem Starlink di Ukraina sempat dibatasi pada angka sekitar 160 km/jam. Batasan tersebut membuat drone serang dan pesawat pencegat Ukraina tidak berdaya menghadapi serangan Rusia.
Kini sistem beroperasi lebih normal meski belum pulih sepenuhnya. Peperangan modern sering mengandalkan internet berkecepatan tinggi untuk mengoperasikan drone secara efektif, sehingga pemulihan konektivitas menjadi krusial bagi kemampuan tempur Ukraina.
Pembatasan konektivitas terjadi di tengah tekanan Trump terhadap Zelensky agar menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia. Menurut Trump, serangan tersebut menyebabkan lonjakan harga.
Ukraina menggunakan layanan Starlink untuk kebutuhan sipil maupun Starshield yang lebih aman, bergantung pada situasi. Pemerintahan Trump sebelumnya membantah telah menginstruksikan perusahaan milik Musk untuk membatasi akses tersebut.
Ketika ditanya soal laporan telepon kepada Musk, Trump enggan menanggapi. Namun ia menegaskan: "Intinya, dia sudah memulihkannya."