MEDAN — Pengungkapan bermula dari pemantauan intelijen terhadap pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman sejak Agustus 2026. Kapal tanker MT Global 168 diduga memakai modus ship to ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain.
Petugas mengamankan delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Taiwan. Kapal beserta seluruh muatan ketamin HCl turut disita.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut harga ketamin di pasar gelap mencapai Rp 3 juta per gram. Dengan asumsi itu, nilai barang bukti yang disita diperkirakan Rp 3,48 triliun.
Angka tersebut juga diperkirakan mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap 5,8 juta orang. "Pengungkapan kasus tersebut berawal dari pemantauan intelijen terhadap pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman sejak Agustus 2026," jelas Kapolri dalam konferensi pers.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai barang haram dalam jumlah besar itu memiliki daya rusak sangat tinggi. Menurutnya, narkotika sebanyak itu menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa warga Sumatera Utara.
"Kami mengapresiasi dan mendukung penuh pengungkapan ini. Barang bukti sebanyak 1,16 ton tentu sangat berbahaya apabila masuk ke masyarakat," kata Rico Waas.
Rico berharap atensi khusus Polri serta sinergi lintas instansi bersama Forkopimda dan Bea Cukai mampu menekan peredaran narkoba di Sumatera Utara. Wilayah Medan Belawan disebutnya perlu perhatian tersendiri karena menjadi pintu masuk jalur laut.
"Kami berharap dengan perhatian penuh dari Kapolri, peredaran narkoba di Kota Medan, khususnya Medan Belawan, bisa kita reduksi secara bertahap. Harapan kita, narkoba dapat diberantas di Indonesia, terutama di Kota Medan," harapnya.
Rilis pengungkapan kasus dirangkai dengan penandatanganan fakta integritas dan deklarasi bersama menolak narkoba di Sumatera Utara. Kegiatan itu diikuti jajaran Polres se-Sumatera Utara melalui sambungan konferensi video.
Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Asep Saepudin, dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Turut hadir pejabat utama Polri serta unsur Forkopimda Sumatera Utara dan tokoh masyarakat.