SUMATERA UTARA — Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan dirinya masih mendapat dukungan "mayoritas sangat besar" anggota asosiasi dunia, sembari menertawakan pertanyaan soal kemungkinan mundur dari jabatannya. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan terkait skandal proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sempat memicu protes sejumlah konfederasi.
Infantino menyampaikan hal itu dalam wawancara langka dengan BBC Sport dari Baku, Azerbaijan, tempat ia menghadiri Piala Dunia U-15. Ia memilih nada menantang ketimbang defensif saat ditanya soal posisinya sebagai orang nomor satu di sepak bola dunia.
Dua bulan lalu, posisi Infantino goyah setelah tiga konfederasi besar — UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Concacaf — menandatangani surat bersama yang menuduhnya melanggar kepercayaan "melalui tipu daya". Surat itu beredar di tengah polemik proposal FFE.
Skema FFE, yang dibatalkan Infantino hanya dalam hitungan hari, rencananya menyerahkan sebagian hak komersial FIFA kepada perusahaan investasi swasta. UEFA belakangan menuntut FIFA merilis seluruh dokumen kunci terkait FFE paling lambat 2 November.
Sekretaris Jenderal UEFA Theodore Theodoridis menilai FIFA gagal menjawab "sejumlah pertanyaan mendasar" soal proposal tersebut.
Sejak surat itu beredar, Infantino berkeliling dunia — Maroko, Republik Dominika, Tanjung Verde, hingga Jepang — menggalang dukungan. Hasilnya, ia kini disebut hampir pasti terpilih kembali untuk masa jabatan keempat pada pemilihan Maret mendatang.
Infantino mengklaim telah mendapat dukungan penuh dari AFC setelah Presiden Sheikh Salman berbalik sikap, serta dukungan "seluruh negara Afrika". Ia menyebut perbedaan pendapat sebagai hal lumrah dalam organisasi besar.
"Tidak ada yang buruk dalam berbeda pendapat," kata Infantino. "Kita melihatnya setiap hari di banyak negara. Tidak apa-apa berbeda pandangan, tapi kemudian kita harus bisa melangkah maju."
Pekan lalu, Infantino sempat meminta maaf kepada Dewan FIFA soal "komunikasi dan konsultasi" terkait FFE. Sejumlah anggota dewan bahkan menyebut ia tidak "layak menjadi presiden FIFA" jika tak menyerahkan dokumen yang diminta, termasuk alasan di balik proposal FFE.
Saat didesak soal tenggat penyerahan dokumen, Infantino tak memberi jawaban tegas. Ia hanya menyebut proses hukum harus diikuti dan timnya sedang mengerjakan permintaan itu.
"Kami tentu akan menjawab semua pertanyaan sejauh prosesnya memungkinkan," ujarnya.
Infantino mengakui pihaknya dan administrasi FIFA telah berbuat "sebaik mungkin", namun tak menampik ada "beberapa hal yang mungkin kurang baik". Ia juga menyinggung perlunya dialog "lebih sering" dengan UEFA untuk memperbaiki hubungan yang memanas.
Ditanya apakah ia layak memimpin FIFA dan pernah mempertimbangkan mundur, Infantino tertawa. Ia menegaskan legitimasinya berasal dari 211 asosiasi anggota di seluruh dunia.
"Jika kita serius soal demokrasi, soal proses demokratis, soal keyakinan bahwa setiap orang punya suara yang sama, maka kita juga harus menghormati pandangan mayoritas sangat besar," katanya.
Batas waktu pendaftaran kandidat presiden FIFA untuk pemilihan Maret adalah 18 November. Hingga kini belum ada nama yang mengajukan diri menantang Infantino, membuka peluang ia maju tanpa lawan.
Di Baku, Piala Dunia dan Festival U-15 diikuti tim dari 189 asosiasi anggota, termasuk Inggris, Spanyol, Prancis, Argentina, dan Brasil. Rusia juga mengirim tim — penampilan pertamanya di turnamen berlisensi FIFA sejak diskors pada Februari 2022 akibat invasi ke Ukraina.
Turnamen edisi kali ini khusus untuk putra, dengan edisi tahun depan khusus putri. Mulai 2028, FIFA berencana menggabungkan kategori putra dan putri dalam satu gelaran tahunan. Format pertandingan 8 lawan 8 di lapangan lebih kecil, dengan dua babak masing-masing 20 menit.