SUMATERA UTARA — Kementerian Pariwisata menyiapkan peningkatan layanan wisata menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, mulai dari promosi daerah tujuan hingga diskon tiket atraksi. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut pengalaman berkesan dengan biaya terjangkau jadi kunci agar wisatawan kembali berlibur. Target tahun 2026 mencakup 16–17,6 juta kunjungan wisman dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan Nusantara.
Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 juta hingga 17,6 juta sepanjang 2026. Angka itu dibarengi target 1,18 miliar perjalanan wisatawan Nusantara, sehingga kualitas layanan di destinasi menjadi pekerjaan rumah utama menjelang puncak musim libur akhir tahun.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan peningkatan layanan menyasar sejumlah titik yang paling dirasakan traveler. Salah satunya layanan wisata kuliner atau gastronomi di daerah tujuan.
Kementerian juga mengupayakan penawaran diskon tiket pada layanan yang terkait kegiatan pariwisata. Kegiatan perjalanan pengenalan atau familiarization trip turut digelar untuk mempromosikan daerah wisata yang belum banyak dikenal.
"Kementerian Pariwisata, ingin memastikan dalam libur Natal dan tahun baru nanti wisatawan mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan dengan biaya yang terjangkau sehingga minat untuk kembali berwisata terjaga," kata Widiyanti dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Jumat.
Kementerian Pariwisata menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan produk pangan yang ditawarkan di desa-desa wisata. Langkah ini relevan bagi traveler yang menjadikan kuliner lokal sebagai bagian utama itinerari, terutama di destinasi berbasis desa.
Pengawasan pangan berlaku sebagai bagian dari jaminan rasa aman dan nyaman selama berlibur. Widiyanti menempatkan pengalaman wisatawan sebagai penentu apakah seseorang akan kembali ke daerah tujuan yang sama.
"Ini adalah salah satu bagian terpenting dari industri pariwisata karena pengalaman yang indah bagi wisatawan akan menumbuhkan minatnya untuk terus berwisata," ujarnya.
Peningkatan mutu layanan diarahkan agar manfaat ekonomi mengalir ke masyarakat di daerah tujuan wisata. Semakin sering wisatawan kembali, semakin besar belanja lokal yang berputar di akomodasi, kuliner, dan atraksi.
Bagi traveler yang merencanakan liburan akhir tahun, diskon tiket dan promosi daerah tujuan menjadi sinyal untuk memantau kanal resmi masing-masing destinasi. Informasi tarif dan jadwal terbaru sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola atraksi atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.
Libur Natal dan Tahun Baru termasuk periode paling padat di banyak destinasi Indonesia. Menyusun rencana perjalanan lebih awal, memesan akomodasi sebelum kuota habis, dan mengecek jam operasional atraksi menjadi langkah paling masuk akal untuk menikmati musim libur tanpa terburu-buru.