TARUTUNG — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memastikan bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 menyasar ribuan keluarga prasejahtera. Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan hadir langsung di Kantor Camat Tarutung untuk memantau penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta pembukaan rekening kolektif bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Dua Kecamatan Jadi Prioritas Penyaluran Perdana
Dari total 695 KKS yang disalurkan, Kecamatan Tarutung menjadi penerima terbanyak dengan 196 kartu. Sementara itu, Kecamatan Siatas Barita mendapat jatah 85 KKS pada tahap awal ini. Proses pembukaan rekening kolektif dilakukan bersamaan agar dana bansos bisa segera dicairkan melalui Bank Mandiri Cabang Tarutung.
Dalam sambutan Bupati Taput yang dibacakan Wabub Deni, pemerintah menekankan agar bantuan digunakan untuk kebutuhan prioritas. “Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk kebutuhan penting keluarga, seperti pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan pokok rumah tangga,” demikian isi sambutan yang dikutip dari rilis resmi.
Larangan Keras: Bansos Jangan untuk Judi Online
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan dana bantuan sosial untuk hal-hal konsumtif di luar kebutuhan dasar. Yang paling ditekankan adalah larangan menggunakan uang bansos untuk aktivitas perjudian daring yang kian marak. Pesan ini sengaja disampaikan langsung di hadapan para penerima manfaat yang hadir di acara tersebut.
Wabub Deni menyebutkan, sinergi antarlembaga menjadi kunci kelancaran distribusi. Apresiasi diberikan kepada Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara, Bank Mandiri Cabang Tarutung, serta para camat, lurah, dan kepala desa yang memastikan data penerima tepat sasaran.
PKH dan Sembako: Jaring Pengaman Warga Taput
Program Keluarga Harapan dan Program Sembako merupakan dua instrumen utama bantuan sosial nasional yang menyasar keluarga miskin dan rentan. Di Tapanuli Utara, kedua program ini dikelola secara kolektif melalui KKS agar pencairan lebih efisien dan terpantau. Pemerintah berharap, dengan penyaluran tahap pertama yang dimulai lebih awal, warga bisa segera memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.
Peninjauan langsung oleh Wakil Bupati menjadi sinyal bahwa Pemkab Taput serius mengawal bansos hingga ke tangan penerima. Tidak ada laporan kendala berarti dalam proses pembukaan rekening kolektif maupun pendistribusian kartu di dua kecamatan tersebut.