Pencarian

Malam Seni dan Budaya Karo di PRSU 2026: Bupati Luncurkan Aplikasi SADA SAPO, Ratusan Pengunjung Padati Gedung Keong

Jumat, 17 Juli 2026 • 14:47:01 WIB
Malam Seni dan Budaya Karo di PRSU 2026: Bupati Luncurkan Aplikasi SADA SAPO, Ratusan Pengunjung Padati Gedung Keong
Bupati Karo Anthonius Ginting meluncurkan aplikasi SADA SAPO di hadapan ratusan pengunjung Malam Seni dan Budaya Karo di Gedung Keong PRSU 2026.

MEDAN — Suara vokal solo Averiana br Barus membuka malam itu, disusul tarian dari Sanggar Semenda yang memukau. Tak lama, perpaduan musik modern dan tradisional dari Jacky Raju Sembiring, Group D.Tradisi, hingga penampilan Sada Kata Art membuat ribuan pasang mata di Gedung Keong tak berkedip. Pertunjukan yang digelar di Jalan Gatot Subroto itu menjadi salah satu panggung paling ramai selama PRSU ke-50.

Bukan Sekadar Hiburan, tapi Ruang Silaturahmi Masyarakat Karo

Bupati Anthonius Ginting, dalam sambutannya, menegaskan bahwa malam seni ini lebih dari sekadar pertunjukan. “Malam Seni dan budaya Karo ini menjadi ruang pertemuan masyarakat Karo dari berbagai daerah. Dan ini adalah momentum memperkuat rasa cinta terhadap budaya yang diwariskan para leluhur sekaligus membangun kebersamaan,” ujarnya di hadapan pengunjung.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Komando Tarigan, SP, anggota DPD RI Sumut DR. Badikenita Br Sitepu, anggota DPRD Sumut Sumihar Sagala, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Karo. Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan yang kini menjabat Sekda Kabupaten Karo, Gelora Ginting, S.STP, MM, juga turut hadir.

Aplikasi SADA SAPO: Super Apps Pemkab Karo Mulai Dioperasikan

Di sela pertunjukan, Bupati bersama Wakil Bupati memperkenalkan aplikasi baru bernama SADA SAPO (Satu Data Satu Platform). Aplikasi ini disebut sebagai super apps yang mengintegrasikan layanan administrasi pemerintahan, transparansi data publik, dan asisten Artificial Intelligence (AI).

“Aplikasi SADA SAPO ini telah diterapkan di Pemkab Karo, guna mempermudah Pemkab Karo, menghimpun dan menganalisis data masyarakat yang lebih akurat dan cepat berbasis bukti, dan meningkatkan kualitas pelayanan ditengah-tengah masyarakat,” jelas Bupati usai pertunjukan.

Dicanangkan Sejak 2024, Kini Menuju Penyempurnaan

Menurut Anthonius, aplikasi ini pertama kali dicanangkan pada tahun 2024. “Inilah implementasinya sudah menuju kesempurnaan, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangan disana sini, yang jelas sudah bisa dioperasikan dan sangat membantu bagi masyarakat Karo,” katanya.

Pemkab Karo berkomitmen akan terus mengunggulkan dan melengkapi fitur-fitur di dalam SADA SAPO. Program transformasi digital ini diluncurkan oleh Dinas Kominfo Karo berdasarkan Peraturan Bupati Karo Nomor 24 Tahun 2024, dengan tujuan utama mengefisienkan pelayanan publik dan mendorong kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Budaya sebagai Identitas yang Hidup

Di luar peluncuran aplikasi, Bupati Anthonius mengingatkan bahwa kekayaan budaya Karo—mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga semangat gotong royong—harus terus dijaga. “Bagi kami, (masyarakat Karo-red), budaya bukan hanya warisan masa lalu. Budaya adalah identitas, kekuatan, sekaligus inspirasi untuk terus bergerak maju,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: aktualonline.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks