SUMATERA UTARA — Mimpi Barcelona mengoleksi 100 poin dalam satu musim La Liga resmi sirna. Tim asuhan Hansi Flick harus mengakui keunggulan tuan rumah Alaves yang berjuang mati-matian menjauh dari zona degradasi. Skuad Blaugrana yang tampil dengan banyak pemain pelapis tak mampu menembus pertahanan kokoh Alaves sepanjang laga.
Gol Kontroversial di Ujung Babak Pertama
Pertandingan berjalan sesuai dugaan bagi tim yang sudah memastikan gelar juara. Barcelona mendominasi penguasaan bola namun minim kreasi berbahaya. Marcus Rashford sempat menciptakan dua setengah peluang di awal laga, tapi tak ada yang berbuah gol.
Alaves justru tampil lebih agresif. Bermain dengan intensitas tinggi demi mengamankan poin krusial, mereka beberapa kali mengancam lewat bola mati dan umpan silang. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama. Dari sepak pojok, terjadi kemelut di kotak penalti yang diselesaikan Ibrahim Diabate. Gol itu menjadi pukulan telak bagi mentalitas pemain Barcelona yang memasuki ruang ganti.
Babak Kedua: Dominasi Tanpa Ide, Alaves Bertahan Mati-matian
Memasuki babak kedua, narasi permainan tidak berubah. Barcelona terus memegang bola, tapi Alaves semakin rapat dan disiplin di lini belakang. Pertandingan berubah menjadi ajang adu fisik dengan banyak pelanggaran dan kartu kuning. Kualitas permainan nyaris tidak ada, dan peluit panjang berbunyi sebagai tanda kemenangan heroik bagi Alaves.
Kekalahan ini memang tidak mengubah posisi Barcelona yang sudah menjadi juara. Namun, hasil ini menjadi catatan buruk di akhir musim. Bagi Alaves, tiga poin ini terasa seperti emas dalam perjuangan mereka melawan degradasi.
Bintang Muda Muncul di Tengah Kekalahan
Meski hasil akhir mengecewakan, laga ini memberikan satu titik terang bagi Barcelona. Bek muda berusia 21 tahun, Álvaro Cortés, menjalani debut impresif di lini pertahanan. Penampilannya yang tenang dan solid menjadi satu-satunya hal positif yang bisa dipetik Flick dari malam kelam di Basque Country.
“Kami memang tidak tampil bagus. Tapi ini kesempatan bagi pemain muda untuk bermain,” ujar Flick dalam pernyataan tidak langsung terkait rotasi besar-besarannya. Dengan dua pertandingan tersisa, Barcelona kini hanya bisa memastikan finis musim tanpa beban, namun tanpa rekor 100 poin yang sempat diincar.