MEDAN — Potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara dipicu oleh sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Hindia, sebelah barat Nias. Pola angin yang terpengaruh membuat kecepatan angin diprakirakan mencapai 6 hingga 22 knot, berasal dari arah barat daya hingga barat laut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menjelaskan bahwa tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter akan terjadi di Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia di barat Nias.
Nelayan Perahu Kecil Paling Berisiko
BMKG mengingatkan bahwa aktivitas pelayaran menjadi berbahaya ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Kondisi ini secara spesifik mengancam nelayan yang mengoperasikan perahu kecil.
Untuk kapal tongkang, risiko meningkat jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter atau lebih. Para nakhoda diminta mempertimbangkan cuaca sebelum melaut.
Prakiraan Cuaca di Darat: Hujan Ringan hingga Sedang
Sementara itu, Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Paramitha, menyampaikan bahwa cuaca di Sumatera Utara pada Selasa (19/5) pagi umumnya cerah berawan. Namun, hujan ringan berpotensi turun di Nias Selatan dan Nias Utara.
Memasuki siang hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Langkat, Samosir, dan Simalungun. Wilayah Langkat dan Asahan perlu mewaspadai hujan yang berlanjut hingga malam hari. Pada dini hari, hujan ringan juga berpotensi mengguyur Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang di Wilayah Ini
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang. Fenomena ini diprakirakan terjadi di wilayah pegunungan, lereng timur, serta pesisir timur dan barat Sumatera Utara.
Peringatan dini ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat, khususnya nelayan dan operator pelayaran, untuk mengambil langkah antisipasi selama periode 19 hingga 22 Mei 2026.