SUMATERA UTARA — Kecelakaan mengerikan terjadi pada restart kedua balapan MotoGP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya. Johann Zarco bersenggolan dengan Luca Marini dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1, yang membuat motornya tersangkut dengan Ducati milik Bagnaia sebelum ia terjatuh keras.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di seri Catalunya. Sebelumnya, balapan sudah dua kali dihentikan dengan bendera merah. Pada lap ke-12, Pedro Acosta dan Alex Marquez bertabrakan di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang dan harus menjalani operasi pada Minggu malam waktu setempat.
Lutut Jadi Titik Terparah: Ligamen Robek, Tulang Paha Selamat
Dalam pernyataan yang diunggah dalam bahasa Prancis, Zarco mengaku lebih merasa takut dibanding kesakitan. “Masalah utamanya ada di lutut. Ligamennya robek, tetapi tulang paha saya tidak patah,” ujar rider asal Prancis itu.
Ia menambahkan bahwa ada retakan kecil di bagian bawah fibula, tepatnya di sisi luar pergelangan kaki kiri. “Saya memakai penyangga leher, tetapi itu lebih mengganggu daripada menyakitkan. Kalau dibilang secara keseluruhan, ini lebih menakutkan daripada benar-benar parah,” lanjutnya.
LCR Honda Konfirmasi Cedera Serius, Zarco Akan ke Prancis untuk Konsultasi
Beberapa jam setelah kecelakaan, tim LCR Honda mengeluarkan keterangan resmi. Mereka mengonfirmasi Zarco mengalami cedera pada ligamen cruciatum anterior dan posterior, serta meniskus medial. Selain itu, ditemukan robekan kecil pada tulang fibula di area pergelangan kaki.
“Zarco akan tetap berada di rumah sakit selama semalam untuk observasi dan akan kembali ke Prancis pada Senin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis serta menentukan langkah pemulihan berikutnya,” tulis pernyataan resmi tim.
Tikungan 1 Catalunya Kembali Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Beruntun
Rentetan kecelakaan sepanjang MotoGP Catalunya 2026 memicu kritik terhadap desain dan pendekatan menuju Tikungan 1. Banyak pihak menilai area tersebut terlalu berbahaya, terutama saat start atau restart balapan ketika seluruh pembalap masih dalam posisi rapat dan kecepatan tinggi.
Insiden yang melibatkan Zarco, Bagnaia, dan Marini membuat sejumlah pihak mendesak MotoGP untuk segera melakukan evaluasi. Tujuannya jelas: mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi di masa depan. Sementara itu, Johann Zarco kini hanya bisa berharap proses pemulihannya berjalan lancar agar bisa segera kembali membalap di MotoGP musim 2026.