Pencarian

Bupati Langkat Syah Afandin Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dari Kemendikdasmen, Ini Manfaatnya bagi Sekolah

Jumat, 29 Mei 2026 • 14:17:01 WIB
Bupati Langkat Syah Afandin Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dari Kemendikdasmen, Ini Manfaatnya bagi Sekolah
Bupati Langkat Syah Afandin menerima penghargaan revitalisasi bahasa daerah dari Kemendikdasmen di Depok.

LANGKAT — Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menerima langsung penghargaan tersebut dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. Acara berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Jalan Raya Parung, Ciputat, Depok.

Penghargaan ini diberikan atas dukungan nyata Pemkab Langkat terhadap program revitalisasi yang dijalankan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kepala Dinas Pendidikan Langkat Ilhamsyah Bangun turut mendampingi bupati dalam seremoni tersebut.

Apa Dampaknya bagi Pelajar dan Guru di Langkat?

Dengan penghargaan ini, Pemkab Langkat diharapkan memperkuat kebijakan pendidikan berbasis muatan lokal. Artinya, mata pelajaran bahasa daerah tidak hanya jadi formalitas, tapi benar-benar diajarkan dengan metode aktif di kelas. Guru-guru Bahasa Daerah juga bakal mendapat prioritas pelatihan dari pemerintah pusat.

Program revitalisasi ini menargetkan generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian. Di era digital dan gempuran budaya asing, bahasa daerah kerap ditinggalkan. Lewat festival dan kurikulum, anak-anak Langkat diharapkan kembali bangga menggunakan bahasa ibunya sehari-hari.

105 Bahasa dan Dialek Direvitalisasi di 36 Provinsi pada 2025

Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah merevitalisasi 105 bahasa dan dialek di 36 provinsi sepanjang 2025. Langkat menjadi salah satu daerah yang dinilai serius menjalankan program ini. Wakil Menteri Atip Latipulhayat dalam sambutannya menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan warisan budaya dan jati diri bangsa.

"Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui kebijakan pendidikan, penguatan muatan lokal, hingga pelibatan aktif generasi muda dalam pelestarian bahasa ibu," ujar Wakil Menteri dalam pidatonya.

Kapan Program Ini Mulai Terasa di Sekolah?

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 yang mengusung tema "Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa" menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah berjalan. Pemerintah Kabupaten Langkat diharapkan segera menindaklanjuti penghargaan ini dengan menyusun regulasi daerah yang memperkuat posisi bahasa daerah di kurikulum SD dan SMP.

Bagi orang tua murid, ini kabar baik. Anak-anak tidak hanya belajar bahasa Indonesia dan Inggris, tetapi juga memahami akar budayanya sendiri. Bahasa daerah yang hampir punah bisa kembali hidup jika diajarkan sejak dini.

Mengapa Penghargaan Ini Penting bagi Langkat?

Langkat memiliki kekayaan bahasa dan dialek yang perlu dijaga. Tanpa intervensi pemerintah, generasi muda bisa kehilangan identitas budayanya. Penghargaan dari Kemendikdasmen ini menjadi bukti bahwa Langkat serius melestarikan warisan leluhur.

Bupati Syah Afandin berkomitmen melanjutkan program ini. Dinas Pendidikan setempat akan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan guru dan penyediaan bahan ajar bahasa daerah. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, setiap siswa di Langkat fasih berbahasa daerahnya masing-masing.

Berapa Banyak Sekolah yang Terlibat?

Meski angka pastinya belum dirilis, program revitalisasi ini menyasar seluruh jenjang pendidikan dasar. Sekolah-sekolah di Langkat yang sudah menerapkan muatan lokal bahasa daerah akan menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Utara.

Dengan penghargaan ini, Langkat masuk dalam peta nasional pelestarian bahasa daerah. Bukan tidak mungkin, daerah lain akan meniru langkah serupa.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks