BELAWAN — Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Senin pagi. Seluruh peserta, mulai dari Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian hingga tenaga PPNPN, berdiri tegak mengikuti rangkaian upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.
Kepala Kantor Imigrasi Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, membacakan amanat Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. Amanat tersebut disampaikan secara serentak di seluruh Indonesia pada peringatan tahun ini.
Apa Tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun Ini?
Tema yang diusung adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Menurut Yudian Wahyudi, tema ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Pesan Khusus untuk Aparatur Negara
Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP memberikan pesan tegas kepada para penyelenggara negara dan aparatur pemerintah. Setiap kebijakan publik harus berpijak pada nilai keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta memperkuat harmoni kebangsaan.
“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” demikian petikan amanat yang dibacakan oleh Eko Yudis Parlin Rajagukguk di hadapan para pegawai.
Pancasila sebagai "Bintang Penuntun" di Tengah Disrupsi Global
Amanat tersebut juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik dunia, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga persatuan berkat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kepala BPIP juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah, mufakat, dan kemanusiaan disebut sebagai modal penting dalam membangun perdamaian dan menjembatani perbedaan.
Generasi Muda Diajak Tak Sekadar Menghafal Sila
Melalui amanat tersebut, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan, melainkan harus menjadi pedoman dalam bersikap, bekerja, dan melayani masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan terus melawan berbagai bentuk intoleransi maupun radikalisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiositas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan selalu hidup di setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai ini,” demikian penutup amanat yang dibacakan.
Upacara berlangsung tertib dengan rangkaian pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga doa bersama.