TAPANULI UTARA — Sebanyak 100 mahasiswa menjadi angkatan perdana program beasiswa penuh yang digagas Pemkab Tapanuli Utara. Mereka akan menempuh pendidikan di empat perguruan tinggi mitra, yakni IAKN Tarutung, Universitas Tapanuli Utara, UCLA, dan Universitas Terbuka.
Bupati Tapanuli Utara, JTP Hutabarat, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur. "Saya percaya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya," ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima baru-baru ini.
Biaya Kuliah dan Pendaftaran Ditanggung Pemkab
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh berupa pembebasan biaya pendaftaran dan uang kuliah. Bupati menyebutkan bahwa peserta program akan mendapatkan gratis uang pendaftaran dan uang kuliah selama maksimal 4 tahun atau 8 semester.
Anggaran yang dialokasikan untuk tahap awal program ini mencapai sekitar Rp500 juta. Bupati berharap kebijakan ini dapat mendorong generasi muda untuk tetap menempuh pendidikan tinggi di kampung halamannya.
Tapasada Academy: Lebih dari Sekadar Kuliah
Melalui Tapasada Academy, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal di kampus. Program ini juga menyediakan kesempatan magang, mentoring, kuliah umum, serta praktik lapangan yang melibatkan pemerintah daerah dan mitra.
"Program ini bukan sekadar memberikan kesempatan kuliah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Tapanuli Utara yang cerdas, terampil, berkarakter, dan siap membangun daerahnya sendiri," kata Bupati JTP Hutabarat.
Target: Meningkatkan Jumlah Sarjana Lokal
Bupati mendorong agar putra-putri Tapanuli Utara tidak merantau untuk kuliah. Ia ingin mereka tetap berkontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah lulusan sarjana di Tapanuli Utara serta memperkuat pembangunan daerah ke depan.