Pencarian

Holding Logistik BUMN Resmi Terbentuk, MTI Jadi Induk — 9 Langkah Strategis 100 Hari Pertama Disiapkan

Senin, 06 Juli 2026 • 23:43:41 WIB
Holding Logistik BUMN Resmi Terbentuk, MTI Jadi Induk — 9 Langkah Strategis 100 Hari Pertama Disiapkan
Holding Logistik BUMN resmi terbentuk dengan MTI sebagai induk perusahaan.

SUMATERA UTARA — Praktisi logistik dan rantai pasok, Fauzan Fadel, menilai keputusan ini sebagai salah satu transformasi korporasi paling strategis dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa merger hanyalah langkah awal. Nilai sesungguhnya dari holding, kata dia, baru akan terlihat jika integrasi bisnis, aset, pelanggan, sumber daya manusia, dan budaya kerja berhasil dilakukan.

"Sebagai pelaku usaha di sektor logistik dan supply chain, saya melihat holding logistik BUMN memiliki peluang besar menjadi National Logistics Champion. Kombinasi kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing entitas merupakan modal yang sangat kuat," ujar Fauzan dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, tantangan utamanya bukan lagi menggabungkan perusahaan, melainkan mengubah tujuh kekuatan itu menjadi satu mesin pertumbuhan baru bagi logistik nasional.

Audit Aset hingga Komersialisasi Terpadu

Fauzan menjabarkan sembilan keputusan strategis yang perlu menjadi prioritas direksi holding dalam 100 hari pertama. Langkah pertama yang paling mendesak adalah memetakan seluruh aset logistik nasional yang dimiliki—mulai dari gudang, terminal, armada, hingga alat berat.

"Direksi perlu mengetahui secara pasti tingkat utilisasi masing-masing aset, aset yang produktif, serta aset yang masih dapat dioptimalkan. Tanpa data tersebut, transformasi akan berjalan berdasarkan asumsi, bukan fakta," paparnya.

Langkah kedua, membentuk holding commercial office. Selama ini, pelanggan masih berhubungan dengan masing-masing perusahaan secara terpisah. Akibatnya, efisiensi layanan logistik belum maksimal.

Menurut Fauzan, ke depan holding perlu memiliki satu organisasi komersial yang menangani seluruh pelanggan strategis nasional. Dengan begitu, layanan logistik bisa ditawarkan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Integrasi BUMN Logistik yang Terlibat

Holding ini akan menggabungkan setidaknya tujuh entitas BUMN yang bergerak di bidang logistik dan pergudangan, termasuk yang selama ini berada di bawah naungan PT Pelindo, PT Pelni, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pos Indonesia, serta beberapa anak usaha BUMN lain seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR).

Penggabungan ini diharapkan mampu menekan biaya rantai pasok nasional yang selama ini terhambat oleh fragmentasi layanan. Saat ini, biaya logistik Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.

Rencana ke Depan: 100 Hari Pertama yang Kritis

Fauzan menekankan bahwa 100 hari pertama kepemimpinan direksi holding akan menjadi periode paling menentukan. Selain audit aset dan komersialisasi, ia juga mendorong percepatan standarisasi sistem teknologi informasi, penyatuan data pelanggan, serta harmonisasi budaya kerja antar perusahaan.

"Merger hanya soal kertas. Yang membedakan sukses atau gagal adalah bagaimana eksekusi di lapangan," pungkasnya.

Holding logistik BUMN ini ditargetkan mampu menekan biaya logistik nasional hingga ke level 17-19 persen dari PDB dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Bagikan
Sumber: sinata.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks