MEDAN — Perum Bulog Kantor Cabang Medan memaksimalkan penyerapan gabah kering panen dari petani di wilayah kerjanya guna memperkuat cadangan pangan. Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Medan Lutfillah Barus menyatakan pihaknya terus melakukan penyerapan di sejumlah daerah yang sudah memasuki panen, khususnya Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat.
Dari hasil penyerapan tersebut, Bulog Medan telah mengumpulkan sekitar 300 ton gabah dalam periode 1 Juli hingga 12 Juli 2026. Angka ini menjadi bagian dari total akumulasi 16.000 ton yang sudah terserap sejak awal tahun, atau sekitar 53 persen dari target 30.000 ton yang ditetapkan hingga Desember 2026.
Mengapa Bulog Medan Optimistis Target Tercapai?
Lutfillah melihat sejumlah daerah di wilayah kerjanya diperkirakan memasuki masa panen raya pada Agustus hingga September 2026. Wilayah kerja Bulog Medan meliputi Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kota Medan, dan Kota Binjai. Dengan potensi panen raya tersebut, ia optimistis target akhir tahun dapat tercapai.
Gabah Petani Diserap dengan Harga Rp6.500 per Kilogram
Pembelian gabah kering panen telah sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram dari petani. Syaratnya, gabah sudah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat. Harga ini menjadi jaminan bagi petani agar tidak menjual hasil panen di bawah harga acuan.
Untuk Apa Cadangan Gabah Ini?
Gabah hasil serapan tersebut menjadi bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Bulog akan menggunakannya untuk memenuhi berbagai penugasan pemerintah, di antaranya Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana. Dengan stok yang cukup, pemerintah bisa mengintervensi harga beras di pasar jika terjadi lonjakan.
Strategi Bulog: Sosialisasi dan Kerja Sama dengan Gapoktan
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Medan terus melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini penting agar petani tidak ragu menjual gabahnya ke Bulog.
"Kami terus melakukan penyerapan gabah di sejumlah daerah yang sudah memasuki panen," ujar Lutfillah Barus di Medan, Senin.