SUMATERA UTARA — Browser besutan The Browser Company ini mencoba pendekatan berbeda di tengah dominasi Google Chrome dan Safari. Alih-alih menjadi mesin pencari biasa, Arc Search menempatkan AI sebagai pusat interaksi. Data dari Yaguara menunjukkan lebih dari 85% pengguna ponsel saat ini memakai Chrome atau Safari, meninggalkan ruang kecil bagi pemain alternatif seperti Ecosia atau Brave.
Tiga Fitur AI Andalan
Fitur paling menarik dari Arc Search adalah kemampuan merangkum halaman web. Cukup cubit layar dengan dua jari, browser akan memproses konten dan menampilkan poin-poin penting dalam format bullet. Selama proses, pengguna akan melihat thumbnail halaman yang menari-nari — sentuhan visual yang terasa ringan.
Fitur kedua bernama 'Browse for me'. Pengguna tinggal mengetik kata kunci, memilih opsi tersebut, dan AI akan menyusun jawaban lengkap dengan sumber serta tautan yang bisa diklik. Cara ini berbeda dari asisten AI biasa karena transparan menyertakan referensi.
Selain itu, Arc Search juga mendukung percakapan suara. Pengguna bisa mengangkat ponsel ke telinga dan bertanya langsung ke AI, mirip seperti menelepon.
Bebas Iklan dan Mode Baca yang Nyaman
Salah satu keunggulan Arc Search adalah pemblokir iklan bawaan. Browser ini otomatis memblokir iklan, pelacak, pop-up, dan spanduk cookie. Hasilnya, halaman web terasa lebih ringan dan cepat dimuat.
Arc Search juga menyediakan mode baca (reader mode) yang mengubah latar belakang menjadi hitam dan teks menjadi putih. Mode ini membantu pengguna dengan sensitivitas sensorik atau yang ingin fokus membaca tanpa gangguan elemen visual lain.
Fitur penerjemah juga tersedia, meski masih mengandalkan Google Translate di belakang layar. Integrasinya cukup mulus sehingga terasa seperti fitur asli.
Sinkronisasi Lintas Perangkat
Arc Search mendukung sinkronisasi tab di Mac, Windows, dan iOS. Pengguna bisa memulai pencarian di ponsel sebelum berangkat kerja, lalu melanjutkannya di laptop begitu sampai kantor. Syaratnya, pengguna harus membuat akun Arc dan masuk di semua perangkat.
Fitur lain termasuk pengarsipan otomatis tab lama, sinkronisasi kata sandi lewat iCloud Keychain, dan mode penyamaran (incognito). Bila ingin browsing seperti biasa, Arc Search bisa menjadi wadah untuk browser pihak ketiga seperti Chrome, Bing, atau DuckDuckGo.
Kekurangan yang Perlu Dicatat
Meski fitur rangkuman halaman akurat dan responsif, tampilannya masih membuka jendela terpisah. Pengguna mungkin lebih suka jika ringkasan muncul langsung di atas halaman yang sedang dibaca.
Belum ada informasi apakah Arc Search akan menghadirkan versi Android yang sepenuhnya mandiri atau tetap bergantung pada browser lain. Saat ini aplikasi sudah bisa diunduh gratis di App Store dan Google Play Store.
Bagi pengguna yang lelah dengan hasil pencarian penuh iklan dan ringkasan AI yang mengaburkan sumber asli, Arc Search menawarkan alternatif yang patut dicoba. Namun, seperti kata pengulas Paul Hatton dari Future, "Kita harus selalu bertanya: dengan biaya apa?" Untuk saat ini, Arc Search masih berjalan di atas infrastruktur browser lain, dan belum sepenuhnya berdiri sendiri.